Seorang Warga Prancis dan 6 Pramuria Ditolak Turun dari Kapal di Kepulauan Aru

Kompas.com - 15/04/2020, 19:34 WIB
Ratusan pemudik yang tiba dengan KM Ngapulu menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Minggu malam (29/3/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYRatusan pemudik yang tiba dengan KM Ngapulu menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Minggu malam (29/3/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Seorang warga Prancis bersama enam orang pramuria asal Sulawesi Selatan, ditolak turun di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, saat kapal KM Ngapulu yang mereka tumpangi bersandar di pelabuhan tersebut, Selasa (14/4/2020) malam.

Penolakan itu sempat menuai protes dari warga Prancis yang memaksa turun dari tangga kapal, namun tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang bertugas di pelabuhan tetap bersikeras untuk tidak mengizinkan dia sehingga sempat terjadi adu mulut.

Baca juga: Risma Minta RT/RW Batasi Mobilitas Penduduk dengan Menutup Jalan

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Aru, Muhamad Jumpa mengatakan, penolakan itu dilakukan sesuai dengan protap demi mencegah penyebaran Covid-19 di Kepulauan Aru.

“Yang jelas apa yang kami lakukan sudah sesuai protap, kami tidak ingin WNA masuk ke sini dan untuk enam penumpang lain itu karena mereka tidak memiliki KTP Aru,” kata Muhamad Jumpa, saat dikonfirmasi dari Ambon, Rabu (15/4/2020).

Dia mengakui, warga Prancis tersebut memiliki semua kelengkapan dokumen termasuk surat sehat dari Kota Ambon, setelah sempat dikarantina di Ambon selama 14 hari, pun surat kesehatan dari Kota Tual serta surat keterangan dari kepolisian.

“Tidak bisa diturunkan, tetap kami menolak dan WN serta enam penumpang itu dikembalikan ke kapal,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Pelni Cabang Dobo, Djasman yang dikonfirmasi Kompas.com secara terpisah membenarkan jika penolakan seorang warga Prancis dan keenam pramuria itu telah dikoordinasikan gugus tugas dengan pihak Pelni.

“Benar sekali, sudah koordinasi dan yang mereka yang ditolak itu satu WN Prancis dan enam Pramuria,” kata dia.

Baca juga: 7 Warga Probolinggo Positif Corona Setelah Kontak dengan yang Terinfeksi

Dia mengaku, khusus untuk enam pramuria yang ditolak itu karena tidak memiliki KTP Kepulauan Aru.

Pelni sendiri sangat mendukung kebijakan tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kepulauan Aru.

“Karena mereka ini tidak memiliki KTP Aru, sehingga mereka tidak bisa turun dari kapal dan kami dari Pelni mendukung sepenuhnya keputusan itu," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.