Kompas.com - 15/04/2020, 18:16 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KUPANG, KOMPAS.com - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengamankan seorang pria asal Afghanistan yang bernama Rohullah Naderi (28).

Pengungsi itu diamankan karena kedapatan bersama seorang wanita asal Jawa Timur, di sebuah indekos di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

"Benar, pengungsi asal Afghanistan itu kami amankan karena bersama seorang wanita di kamar kos. Kejadiannya beberapa hari lalu," ungkap Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rudenim Kupang Melsy Fanggi, kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Rabu (15/4/2020) sore.

Kejadian bermula ketika Kepala Sub Seksi Keamanan Rudenim Kupang, mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang adanya orang asing atau pengungsi bersama seorang perempuan yang berada di dalam satu kamar indekos di wilayah Kelapa Lima.

Baca juga: Diam-diam Pelajar SMK Ini Menjadi Waria, Orangtuanya Tidak Pernah Tahu

Setelah menerima informasi itu, pihak Rudenim Kupang kemudian berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Resor Kupang Kota.

Para petugas gabungan, kemudian mendatangi lokasi tersebut dan bertemu dengan pemilik indekos dan Ketua RT.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka kemudian mendapati pengungsi itu sedang bersama wanita asal Jawa Timur.

Petugas kemudian menggelandang keduanya ke Mapolres Kupang Kota untuk dimintai keterangannya.

Pengungsi itu lalu dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi Kupang untuk dimintai keterangan lebih lanjut sedangkan wanitanya tetap berada di Polresta Kupang Kota.

Pengungsi tersebut langsung ditempatkan di dalam kamar Blok Single Rudenim Kupang.

"Pengungsi Afghanistan tersebut sempat diisolasi selama dua hari di Blok Single. Dia juga sudah menandatangi surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, termasuk juga si wanitanya," ujar Melsy.

Baca juga: Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Melsy menyebut, selama ini, pengungsi itu tinggal bersama pengungsi lainnya di tempat penampungan sementara di sebuah hotel di Kupang.

"Dia melanggar tata tertib di tempat penampungan sementara, sesuai yang diamanatkan dalam Perpres 125 Tahun 2016, Pasal 30, tentang penanganan pengungsi dari luar negeri," tutup Melsy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X