Pemkot Bandung Siap Jika PSBB Diberlakukan Tanggal 22 April 2020

Kompas.com - 15/04/2020, 10:50 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung Oded M Danial

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengklaim Pemerintah Kota Bandung telah siap untuk menjalankan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai salah satu langkah untuk memutus rantai penularan virus corona.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang secara serempak menyurati Kementrian Kesehatan untuk mengajukan  pemberlakuan PSBB pada tanggal yang sama yakni pada tanggal 22 April 2020.

"Kota Bandung siap, Insya Allah," kata Oded dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: PSBB Kabupaten Bogor Berlaku Hari Ini, Ojol Dilarang Bawa Penumpang, Suami Istri Masih Boleh Berboncengan

Oded menjelaskan, pengajuan PSBB secara kolektif oleh lima kabupaten kota yang berada di  wilayah Bandung Raya termasuk Kota Bandung telah disampaikan ke Kemenkes lewat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Karena eskalasi penyebaran pandemi hampir semua menunjukkan tren yang sangat tinggi. Maka kita sepakat lima kabupaten kota melaksanakan PSBB. Kita sepakat paling telat hari Rabu depan mulai pelaksanaan PSBB," jelasnya.

Lebih lanjut Oded menambahkan, hari ini pihaknya juga akan mengadakan rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencari ramuan kebijakan termasuk sanksi-sanki yang akan diberikan kepada para pelanggar kebijakan PSBB.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: PSBB Kabupaten Bogor Mulai Hari Ini, Ada 55 Titik Razia dan Penyekatan, Perbatasan Dijaga

Selain itu, rapat tersebut juga akan membahas level pengetatan pembatasan sosial di masyarakat saat PSBB diberlakukan.

"Diharapkan ketika diberlakukan, konsekuensi harus bisa direalisasikan juga. Kita ingin meningkatkan kedisiplinan sehingga diharapkan semua kepala daerah bisa ambil sanksi. Tapi harus dibicarakan dengan Forkopimda. Mau ambil maksimal, sedang atau parsial," ucapnya.

PSBB tahap pertama di Kota Bandung rencananya akan dilakulan selama 14 hari. Namun jika eskalasi penyebaran covid 19 malah bertambah, maka kemungkinan besar PSBB akan terus berlanjut hingga 14 hari mendatang.

"Kita ambil 14 hari dulu dari tanggal 22 April 2020 dibarengi juga dengan masifnya pengetesan covid-19 di masyarakat.

Sehingga 14 hari dilihat perkembangannya, kalau dirasa hasil tes bagus dan menurun kita ubah (kebijakannya). Kalau eskalasinya semakin tinggi, kita buat kebijakan yang lain," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X