Sejumlah Pintu Masuk Kota Padang Ditutup, Boleh Masuk jika Benar-benar Berkepentingan

Kompas.com - 15/04/2020, 10:46 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan ke fasilitas umum di Padang, Sumatera Barat, Senin (23/3/2020). Tim gabungan terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di jalan protokol dan fasilitas umum di kota itu untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRAPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan ke fasilitas umum di Padang, Sumatera Barat, Senin (23/3/2020). Tim gabungan terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di jalan protokol dan fasilitas umum di kota itu untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

PADANG, KOMPAS.com - Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, orang-orang yang masuk ke Kota Padang saat ini adalah orang-orang yang memiliki kepentingan yang benar-benar penting, seperti orang membawa barang dan kebutuhan pangan.

"Bahkan ada yang menelepon saya dan mengatakan kalau tidak mau ke Kota Padang saat ini. Hal ini dikarenakan sering dilakukan pemeriksaan," ujar Wali Kota Padang Mahyeldi kepada sejumlah wartawan, Rabu (15/4/2020).

Mahyeldi mengatakan, ditutupnya sejumlah pintu masuk menjadi salah satu alasan orang malas ke Kota Padang.

Baca juga: Meninggal Saat Mudik dari Tangerang, Warga Padang Positif Corona

Sejak ditutupnya sejumlah pintu masuk ke Kota Padang sempat mengalami penurunan orang masuk.

"Saat ini pintu masuk kuta buat satu arah yaitu melalui by pass. Sehingga menimbulkan kemacetan karena adanya pemeriksaan. Hal itu membuat orang menjadi malas untuk ke Kota Padang," sebutnya.

Diberlakukannya sejumlah aturan seperti wajib menggunakan masker dan diberlakukan jam malam menurutnya juga mempengaruhi minat orang untuk ke Kota Padang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi orang-orang datang ke Padang adalah orang-orang yang benar-benar memiliki kepentingan seperti membawa mobil barang. Dan tidak memiliki kepentingan tidak mau masuk ke Kota Padang. Dan hal itu yang kita harapkan," ungkapnya.

Baca juga: Satu Petugas RS Pariaman Sumbar Positif Covid-19, Sempat Duduk-Duduk di Kedai

Diimbaunya kalau hanya sekedar bertemu dan melepaskan kangen tidak usah datang dulu ke Padang. Apalagi yang ditemui itu dalam usia rentan untuk terkena virus corona.

"Kalau hanya sekedar bertemu orang tua, apalagi dalam usia rentan sebaiknya ditahan dulu sampai situasi penyebaran virus corona ini mereda," paparnya.

Update 14 April 2020, jumlah warga Sumbar yang positif corona mencapai 48 kasus. Sebanyak tujuh kasus dinyatakan sembuh. Semenara jumlah pasien dalam pengawasan ( PDP) sebanyak 170 orang. Sebanyak 111 orang sudah dinyatakan negatif corona.

Di Kota Padang sendiri, per 14 April 2020, tercatat ada 33 pasien positif corona. Empat pasien sembuh dan tiga meninggal dunia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.