Ulah Napi Asimilasi di Luar Tembok Lapas, Curi Rokok hingga Jadir Kurir Ganja

Kompas.com - 14/04/2020, 18:13 WIB
Petugas memberikan arahan seusai menyerahkan surat pembebasan kepada  warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A, Banda Aceh, Aceh, Kamis (2/4/2020). Kementerian Hukum dan HAM membebaskan sebanyak 1.362 warga binaan dewasa dan anak di provinsi Aceh untuk menjalani asimilasi di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/AMPELSAPetugas memberikan arahan seusai menyerahkan surat pembebasan kepada warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A, Banda Aceh, Aceh, Kamis (2/4/2020). Kementerian Hukum dan HAM membebaskan sebanyak 1.362 warga binaan dewasa dan anak di provinsi Aceh untuk menjalani asimilasi di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com - Di tengah wabah pandemi corona, sejumlah narapidana dibebaskan untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Kepala Bagian Humas dan Publikasi Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti menegaskan, narapidana yang bebas melalui program asimilasi tersebut tidak boleh keluar dari rumah mereka.

"Mereka asimilasi di lingkungan rumah, untuk Integrasi boleh di luar rumah. Namun sekali lagi, sesuai dengan arahan Pak Presiden semua masyarakat diimbau untuk tinggal di rumah," kata Rika kepada Kompas.com, Senin (6/4/2020).

Namun, sejumlah kasus kriminal muncul di sejumlah daerah yang diduga dilakukan oleh napi asimilasi.

Berikut ini sejumlah kasus yang dirangkum Kompas.com dari sejumlah daerah:

1. Tiga hari bebas, diamuk warga karena mencuri

Warga Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tengah meenghakimi seorang pria yang baru bebas dari penjara mendapat asimilasi covid-19 lantaran kepergok hendak mencuri. Rabu, (8/4/2020).KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. Warga Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tengah meenghakimi seorang pria yang baru bebas dari penjara mendapat asimilasi covid-19 lantaran kepergok hendak mencuri. Rabu, (8/4/2020).

Usai tiga hari bebas setelah mendapat asimilasi corona, RU (30) menjadi bulan-bulanan warga pada Rabu (8/4/2020) pukul 08.00 Wita di Dusun Ulugalung, Desa Lempa, Kecamatan Pammana.

Dirinya kepergok memanjat dinding rumah panggung milik warga yang diduga akan mencuri.

"Saya lihat pas manjat dinding lewat atap kamar mandi, jadi saya berteriak panggil tetangga," kata Ahmad melalui pesan singkat.

Akibatnya, RU harus menderita sejumlah luka akibat lemparan batu dan benda tumpul.

Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan mengevakuasi RU ke Mapolsek Pammana guna menjalani pemeriksaan.

"Informasi yang kami dapatkan dari tersangka bahwa ia baru tiga hari bebas dapat kompensasi virus corona," kata Kapolsek Pammana AKP Sayyid Qurais melalui pesan singkat.

Baca juga: Napi yang Bebas berkat Asimilasi Bisa Dijebloskan Lagi ke Penjara, jika...

2. Curi rokok dan uang

Ilustrasi Pencurianvchal Ilustrasi Pencurian

Setelah bebas, F, tertangkap mencuri uang tunai sebesar Rp 150.000 beserta empat bungkus rokok di sebuah warung milik warga di Jalan Nikel, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Menurut Dantim Reserse Mobil (Resmob) Polsek Panakkukang Bripka Zulkadri, Faisal ditangkap tidak jauh dari lokasinya mencuri. Dia diamankan bersama motor Mio Sporty miliknya.

"Baru bebas, program asimilasi. Ditangkap lagi karena mencuri empat bungkus rokok dan uang tunai Rp150.000 di warung, di wilayah hukum Polsek Panakkukang, Makassar," ujar Zulkadri saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Jumat (10/4/2020).

Baca juga: Napi yang Keluar dari Penjara Lewat Program Asimilasi Tak Boleh Keluar Rumah

3. Nekat mencuri telepon genggam

Ilustrasi penangkapan dua pelaku pembunuhanKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Ilustrasi penangkapan dua pelaku pembunuhan

ARS alias Aman (26), baru saja tiga hari menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ternate karena asimilasi corona.

Namun, Aman kembali berulah dan mencuri sebuah ponsel.

"Iya betul, dia adalah napi Lapas Ternate yang mendapatkan asimilasi,” kata Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Riki Arinanda ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).

Atas perbuatannya, Aman ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Sementara itu, Kanwil Kemenkumham Maluku Utara telah memerintahkan Balai Pengawasan Ternate agar mencabut SK pembebasan Aman.

Selain mencabut SK pembebasan, kata Muji, Aman harus menjalani sisa hukuman dalam kasus sebelumnya. Setelah itu, Aman harus menjalani pidana pencurian yang baru dilakukan.

Baca juga: Eks Napi Asimilasi di Makassar Kembali Ditangkap karena Curi Uang di Warung Warga

4. Jadi kurir ganja

Dua residivis curanmor ditangkap Satareskrim Polres Singkawang, Kalimantan Barat, salah satunya baru bebas dari Lapas Singkawang pada 9 April 2020 karena program asimilasi pencegahan Covid-19.Istimewa Dua residivis curanmor ditangkap Satareskrim Polres Singkawang, Kalimantan Barat, salah satunya baru bebas dari Lapas Singkawang pada 9 April 2020 karena program asimilasi pencegahan Covid-19.

Dua orang kurir ganja yang juga dikenal sebagai residivis, berinisial B (24) dan I (29), diamankan Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.

Salah satu dari pelaku, diketahui baru saja bebas dari penjara karena mendapat program asimilasi dari pemerintah.

"Jadi, hanya Ikhlas saja yang merupakan warga binaan dari asimilasi karena corona," kata Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, kedua pelaku tersebut ditangkap saat akan mengambil kiriman paket ganja di kantor jasa ekspedisi.

Baca juga: Baru Bebas berkat Asimilasi Corona, Napi Ini Ditangkap karena Mencuri

(Penulis : Himawan, Vitorio Mantalean, Imam Rosidin | Editor : Aprillia Ika, Sandro Gatra, Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X