Kompas.com - 14/04/2020, 17:05 WIB
Ilustrasi pencuri SHUTTERSTOCKIlustrasi pencuri

MALANG, KOMPAS.com - Prasnowo alias Faizal (43), babak belur dihajar massa saat ketahuan mencuri sepeda motor di Jalan Raden Intan Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (12/4/2020).

Pelaku yang merupakan warga Kabupaten Pasuruan ini diketahui baru keluar dari penjara pada 9 April setelah mendapatkan asimilasi disebabkan pandemi Covid-19.

Kepala Lapas Kelas I Lowokwaru Kota Malang, Agung Krisna mengatakan, pelaku merupakan narapidana yang mendapat program asimilasi dari Lapas Pemuda Madiun.

Prasnowo sebelumnya dijebloskan ke penjara setelah melakukan kejahatan pencurian di Malang.

"Itu asimilasi dari Lapas Pemuda Madiun, dulunya TKP kejahatannya di Malang. Setelah itu karena over kapasitas di Lapas Malang, tahun 2019 dia dipindahkan ke Lapas Pemuda Madiun untuk pemerataan hunian," kata Agung saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/4/2020).

Baca juga: Dua Hari Setelah Dapat Asimilasi, Pria Ini Tancap Gas Lakukan 4 Pencurian

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, pihaknya sudah meningkatkan pengawasan terkait narapidana yang bebas karena mendapatkan program asimilasi.

Pihaknya juga meminta data narapidana asal Kota Malang yang bebas karena program tersebut.

"Saya sudah sampaikan, kita minta lapas untuk memberikan kita tembusan bagi napi yang dapat asimilasi," jelasnya.

417 Napi Bebas Karena Asimilasi

Kepala Lapas Kelas I Lowokwaru Kota Malang, Agung Krisna mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah membebaskan 417 napi melalui program asimilasi.

Napi dibebaskan sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

"Sepanjang dia mempunyai hak, kita akan berikan sesuai dengan syarat-syarat itu," katanya.

Agar tidak menjadi keresahan di tengah masyarakat, pihaknya akan mengawasi secara ketat napi yang mendapat program asimilasi.

"Ada namanya petugas pembimbing kemasyarakatan dari Bapas (Balai Pemasyarakatan). Mereka akan melaksanakan pengawasan melalui video call, melalui telepon kepada seluruh warga binaan ini," jelasnya.

Baca juga: Dua Hari Bebas Setelah Dapat Asimilasi, Residivis Curanmor Kembali Beraksi

Napi yang melanggar persyaratan program asimilasi akan dijemput kembali.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X