Di Balik Kecemasan Warga Sewakul Usai Tolak Jenazah Perawat Positif Corona

Kompas.com - 14/04/2020, 13:36 WIB
Karangan bunga berderet di pintu masuk TPU Siwarak, Sewakul. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAKarangan bunga berderet di pintu masuk TPU Siwarak, Sewakul.

KOMPAS.com - Warga Sewakul, Ungaran, Jawa Tengah, mengungkapkan kekhawatiran mereka setelah insiden penolakan jenazah perawat positif corona.

Soleh, salah satu warga Sewakul merasa cemas jika kasus tersebut mebuat warga desanya sulit mendapat layanan kesehatan dari para perawat.

"Kami takut bila sakit tidak ada yang mau merawat atau saat berobat ditolak," katanya.

Dirinya juga mengakui, pasca-kejadian tersebut, nama Desa Sewakul menjadi pergunjingan masyarakat.

Baca juga: "Maaf untuk Sementara Kami Tidak Menerima Tamu"

Namun, kecemasan warga Desa Sewakul tersebut dibantah tidak akan terjadi oleh Ketua Ketua DPW Persatuan Perawat Nasinoal Indonesia (PPNI) Jawa Tengah Edy Wuryanto.

Para perawat, menurut Edy, bekerja di bawah sumpah keperawatan, yang dilarang membeda-bedakan pasiennya.

"Sumpah kami jelas, tidak boleh membeda-bedakan," tegasnya.

Dirinya juga mengetahui bahwa tidak semua warga melakukan penolakan. Ada pihak yang memprovokasi dan membuat aksi penolakan.

"Kami tahu, tidak semua masyarakat Sewakul menolak pemakaman tersebut. Itu hanya oknum yang saat ini sudah ditangkap polisi," kata dia.

Aksi di balik karangan bunga di TPU Sewakul 

Aksi solidaritas keprihatinan penolakan jenazah perawat RS Kariadi Semarangscreenshoot Aksi solidaritas keprihatinan penolakan jenazah perawat RS Kariadi Semarang

Pada hari Senin (13/4/2020), lorong masuk TPU Sewakul berjejer sekitar 50 karangan bunga.

Ketua RW 08 Sewakul, Daniel Sugito mengatakan, karangan bunga tersebut mulai ramai dipasang setelah kejadian penolakan pemakaman viral di media.

"Pagi ini saja masih ada karangan bunga yang datang, ada empat ini tadi," jelasnya saat dihubungi.

Daniel yang juga sebagai ketua pengurus TPU Sewakul, membiarkan karangan bunga tersebut dalam waktu dekat ini.

"Dibiarkan saja dulu di situ, biar orang yang lewat bisa membaca semua. Ini juga sebagai pengingat agar kejadian penolakan jenazah tidak terulang," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.094 Tenaga Kesehatan di Manado dan Tomohon Sudah Divaksin Covid-19

2.094 Tenaga Kesehatan di Manado dan Tomohon Sudah Divaksin Covid-19

Regional
Ridwan Kamil Gagas Pasar Terapung di Green Canyon Pangandaran

Ridwan Kamil Gagas Pasar Terapung di Green Canyon Pangandaran

Regional
Kewajiban Berjilbab di Sekolah Negeri Dinilai Bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika

Kewajiban Berjilbab di Sekolah Negeri Dinilai Bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika

Regional
Salatiga Terima 4.960 Dosis Vaksin Covid-19, 2.480 Nakes Disuntik Besok

Salatiga Terima 4.960 Dosis Vaksin Covid-19, 2.480 Nakes Disuntik Besok

Regional
Histeris hingga Hentakkan Kaki Saat Disuntik, Awaludin: Bukan karena Takut Vaksin

Histeris hingga Hentakkan Kaki Saat Disuntik, Awaludin: Bukan karena Takut Vaksin

Regional
2 Remaja Kembalikan Dus Minuman dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Ini Bukan Hak Saya

2 Remaja Kembalikan Dus Minuman dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Ini Bukan Hak Saya

Regional
Kesal Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Pria Ini Bunuh Istrinya

Kesal Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Pria Ini Bunuh Istrinya

Regional
Wabup Kebumen Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Besok

Wabup Kebumen Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Besok

Regional
Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Regional
Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Regional
Warga Sempat Dengar Teriakan 'Ya Allah' Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Warga Sempat Dengar Teriakan "Ya Allah" Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Regional
Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Regional
Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Regional
Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Regional
Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X