Kompas.com - 14/04/2020, 11:54 WIB
Kepala Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, NTT menempelkan pamflet di rumah warga dengan tulisan larangan bertamu unuk sementara waktu demi mencegah Covid19, Senin, (13/4/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURKepala Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, NTT menempelkan pamflet di rumah warga dengan tulisan larangan bertamu unuk sementara waktu demi mencegah Covid19, Senin, (13/4/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com - "Maaf untuk sementara kami tidak menerima tamu." Kalimat itu tertulis di kertas putih yang menempel di pintu masuk rumah warga Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di bawah tulisan itu, terlihat gambar yang menunjukkan cara keluar rumah dan masuk ke rumah saat pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Terlihat juga gambar yang menjelaskan ancaman pidana bagi masyarakat yang nekat berkerumun selama pandemi corona.

Tulisan itu merupakan cara Kepala Desa Pong Ruan, Dosansianus T Lewagan, mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di wilayahnya.

Legawan mengatakan, masyarakat di pedalaman Manggarai Timur tak banyak mendapatkan informasi tentang pencegahan penyebaran virus tersebut.

Awalnya, masyarakat masih beraktivitas seperti biasa.

Namun, beberapa pekan terakhir masyarakat mulai khawatir dengan berita penularan virus corona di NTT.

"Selama dua minggu belakangan ini, informasi penularan Covid-19 ini sudah amat genting yang dirasakan oleh masyarakat dan juga informasi orang-orang merantau kembali ke kampung masing-masing menambahkan kekhawatiran dan ketakutan di tengah masyarakat," kata Legawan di Desa Pong Ruan, Senin (13/4/2020).

Setelah mendapatkan instruksi membentuk posko relawan Covid-19 dari Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Legawan langsung bergerak.

Bersama beberapa staf desa, Legawan membentuk tim relawan desa. Mereka mendata jumlah warga yang baru kembali dari perantauan.

Sosialisasi tentang virus corona pun dilakukan, seperti memasang baliho berisi imbauan melarang berkumpul dan keluar rumah di sejumlah tempat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X