Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Kami Ingin Selamat Pak, Tidak Ada yang Ingin Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan"

Kompas.com - 14/04/2020, 05:45 WIB
Setyo Puji

Editor

KOMPAS.com - Keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menyiapkan Taman Makam Pahlawan (TMP) sebagai lokasi pemakaman bagi tenaga medis yang meninggal dunia karena virus corona justru mendapat kritikan.

Kritikan tersebut salah satunya berasal dari seorang dokter bernama Berlian Idris.

Melalui cuitan di akun twitter pribadinya, Berlian menyebut upaya Ganjar terkait penyiapan TMP untuk tenaga medis yang meninggal dunia dianggap sangat menyakitkan.

Pasalnya, yang dibutuhkan tenaga medis saat ini bukan lokasi pemakaman seperti yang diwacanakan, melainkan alat pelindung diri (APD) yang memadai agar tidak tertular virus corona saat menangani pasien.

"Ini sungguh menyakitkan. Kami ingin selamat pak @ganjarpranowo, tidak ada yang ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Tolong lindungi tenaga kesehatan secara maksimal, jangan dulu bicarakan di mana kami akan dimakamkan," tulisnya menanggapi berita soal usulan Taman Makam Pahlawan (TMP) bagi tenaga medis yang meninggal dunia.

Baca juga: Pemkot Bandung Usulkan PSBB Pekan Depan

Menanggapi kritikan tersebut, Ganjar mengatakan bahwa dokter yang bersangkutan salah paham.

Terkait penyiapan lokasi TMP itu, ia menjelaskan bukan lantas dirinya mendoakan agar para tenaga medis meninggal dunia.

Melainkan sebagai upaya penghormatan kepada tenaga medis.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com