Satu Pasien Positif Covid-19 di Pekalongan Meninggal, Ber-KTP Jakarta

Kompas.com - 13/04/2020, 18:28 WIB
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memberikan keterangan pers terkait tiga orang warganya yang positif corona. Kompas.com/Ari HimawanBupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memberikan keterangan pers terkait tiga orang warganya yang positif corona.

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Satu pasien laki-laki (54) positif Covid-19 asal Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah yang dirawat di RSUD Kraton meninggal dunia, Senin (13/4/2020) dini hari dan langsung dimakamkan.

‘’Jadi perkembangan kita sampai hari ini untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di Kraton ada satu. Dan kemudian dini hari tadi pasien yang positif Covid-19 yang KTP-nya Jakarta, tetapi punya rumah tinggal di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, karena punya penyakit lain, sehingga beliau ini meninggal dunia," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Senin (13/4/2020).

Asip melanjutkan, tidak ada penolakan pemakaman dari warga sekitar karena pemulasaran jenazah sesuai dengan protokol sudah dilakukan sampai pada pemakaman.

‘’Tidak ada penolakan karena memang sudah dilakukan komunikasi sebelumnya oleh camat untuk memberikan pengertian dan jaminan bahwa pemakaman akan dijalankan sesuai protokol," jelas Bupati.

Baca juga: Tolak Asimilasi Corona karena Tak Punya Rumah dan Keluarga, Napi: Di Rutan Lebih Enak

Bupati Asip Kholbihi berharap, dengan adanya kasus ini, semoga bisa dijadikan pelajaran oleh seluruh masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati.

‘’Kemudian yang paling penting kita belajar dari kasus ini adalah karena beliau itu baru pulang mudik. Inilah yang harus kita waspadai bersama," kata Bupati.

Selain itu, Bupati Asip juga meminta seluruh aparat terutama yang tinggal di desa untuk memberikan pengertian kepada warga Kabupaten Pekalongan yang baru pulang mudik.

‘’Saya minta kepada seluruh aparatur kita terutama yang tinggal di desa agar bersama-sama memberikan pengertian kepada saudara-saudara kita yang baru pulang dari daerah Jabodetabek yang merupakan daerah merah untuk lebih waspada," lanjut Asip.

Baca juga: Lapas Tuminting Manado Rusuh, 1 Napi Meninggal karena Syok, Satu Tertembak Peluru Karet

Asip melanjutkan, prioritas selanjutnya adalah secara bertahap akan melakukan rapid tes, gelombang pertama untuk tenaga kesehatan dan gelombang kedua bagi para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X