Sragen KLB Corona, Bupati Minta Warga Disiplin Patuhi Aturan

Kompas.com - 13/04/2020, 14:23 WIB
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIBupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

SRAGEN, KOMPAS.com - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta warga untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan dengan disiplin.

Hal ini seiring telah ditetapkannya status kejadian luar biasa (KLB) virus corona atau Covid-19.

"Pastikan bila memang terpaksa harus keluar rumah, kenakan maskernya," ucap Yuni, sapaan akrabnya, Senin (13/4/2020).

Baca juga: Dua Warga Positif Terjangkit Virus Corona, Sragen Tetapkan KLB

Yuni juga menekankan kepada warganya untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Dan paling penting adalah jaga jarak (social distancing) juga lebih baik diam di rumah," ungkap dia.

Selama KLB, Pemkab Sragen bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI akan menyisir tempat-tempat keramaian atau kerumunan warga.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim untuk bisa lebih lagi secara tegas menyisir tempat-tempat keramaian yang tidak lagi bisa ditolerir untuk diadakan tempat kumpul-kumpul," katanya.

Baca juga: PDP Asal Sragen Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo

"Dan, untuk tempat-tempat tertentu seperti restoran kami akan tekankan kembali hanya boleh malayani untuk yang dibawa pulang," tambah Yuni.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sragen menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona, Senin (13/4/2020).

Penetapan status KLB tersebut karena ada dua warga di Sragen terkonfirmasi positif virus corona.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Regional
Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

Regional
Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X