Erupsi Gunung Semeru, Semburkan Awan Panas 400 Meter

Kompas.com - 11/04/2020, 16:03 WIB
(Ilustrasi) Gunung Semeru mengeluarkan awan panas terlihat dari kawasan Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2020). Aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat sejak sepekan terakhir dengan mengeluarkan awan panas sejauh tiga kilometer dan intensitas delapan kali guguran lava pijar dengan status level II atau waspada. ANTARA FOTO/UMARUL FARUQ(Ilustrasi) Gunung Semeru mengeluarkan awan panas terlihat dari kawasan Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2020). Aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat sejak sepekan terakhir dengan mengeluarkan awan panas sejauh tiga kilometer dan intensitas delapan kali guguran lava pijar dengan status level II atau waspada.

MALANG, KOMPAS.com - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas setinggi 400 meter dari puncak pada Jumat (10/4/2020).

Masyarakat diimbau tak beraktivitas di sekitar kawah gunung yang masih berstatus waspada itu.

"Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tinggi sekitar 400 meter dari puncak," kata petugas pos pantau Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporannya dikutip dari Tribunmadura.com, Sabtu (11/4/2020).

Baca juga: Bandar Lampung Dekat dengan Anak Krakatau, Warganya Justru Tak Dengar Dentuman seperti Dihebohkan di Jakarta

Liswanto mengatakan, sepanjang pengamatan terjadi 42 kali gempa letusan dengan ampliltudo maksimal 21 milimeter dan lama gempa 30-150 detik.

Sementara gempa embusan terjadi dua kali dengan amplitudo 10 milimeter dan lama gempa 35-95 detik.

"Dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20-22 milimeter, dan lama gempa 35-46 detik," kata Liswanto.

Petugas pantau Gunung Semeru itu menambahkan, cuaca di sekitar gunung cerah hingga mendung.

Tercatat, angin bergerak lemah hingga sedang dari utara, timur laut, timur, dan selatan.

Meski mengalami peningkatan aktivitas, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status level II atau waspada.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Meletus 2 Kali, Abu Tebal seperti Hujan di Pulau Sebesi

Namun, masyarakat dilarang beraktivitas di radius satu hingga empat kilometer di sekitar lereng selatan dan tenggara kawah Jongkring Seloko.

"Masyarakat diharap mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Jongkring Seloko," kata Liswanto.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Gunung Semeru Erupsi, Keluarkan Awan Panas, Namun Status Masih Waspada dan Beri Imbauan untuk Warga



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

Regional
Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Regional
Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Regional
Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Regional
328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Regional
Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Regional
Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Regional
Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Regional
328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

Regional
Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Regional
Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X