Di Banyuwangi, 1 PDP Meninggal dan Hasil Tes Swab Positif Covid-19

Kompas.com - 11/04/2020, 10:40 WIB
Ilustrasi pasien terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi pasien terinfeksi virus corona
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Banyuwangi meninggal dunia saat dirawat di RSUD Genteng Banyuwangi pada Kamis (9/4/2020) sekitar pukul 04.20 WIB.

Dari hasil uji usap (swab) pada Jumat (10/4/2020), pasien tersebut positif corona.

Pasien yang berusia 66 tahun itu memiliki riwayat penyakit bawaan yakni diabetes. Ia dirawat di rumah sakit sejak 1 April 2020.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan sebelum sakit, pasien diketahui pernah melakukan perjalanan ke Jember dan Lumajang.

Baca juga: Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Saat pulang, pasien mengeluh sakit hingga dirujuk ke rumah sakit.

"Pada awal masuk, kami lakukan pengambilan rontgen thorax untuk melihat apakah ada masalah di paru-paru, saluran pernapasan. Dan ternyata ada pneumonia. Jadi saat itu langsung kita tetapkan sebagai PDP," jelas pria yang akrab dipanggil Rio dikutip dari rilis tertulis Pemkab Banyuwangi.

"Yang bersangkutan sudah sepuh, memiliki riwayat diabetes, ditambah penumonia," jelas Rio.

Baca juga: Banyuwangi Produksi 3.000 APD, Pemkab Gandeng UMKM dan BLK, Diawasi Langsung Dinas Kesehatan

Meski belum terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona, tim medis dan petugas kamar mayat RSUD Genteng, telah menerapkan prosedur standar Covid-19 dalam pemulasaraan jenazah.

"Sudah kami urus semua. Yang mengurus semuanya rumah sakit dan Dinas Kesehatan. Keluarga juga telah kami pahamkan terkait proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah harus sesuai protokol. Dimakamkan di salah satu wilayah," kata Plt Direktur RSUD Genteng, dr. Kurnianto.

Baca juga: Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Satu pasien positif dari kluster haji

Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.Shutterstock Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan di Banyuwangii saat ini ada tiga pasien yang dinyatakan positif corona.

Satu pasien dinyatakan sembuh, satu pasien dalam perawatan, dan satu orang meninggal saat statusnya masih PDP.

Rio mengatakan satu pasien positif corona yang masih dalam perawatan adalah dari kluster haji di Surabaya.

Baca juga: Kasus Ketiga Positif Corona di Jombang Berasal dari Klaster Asrama Haji Surabaya

Kluster “pelatihan petugas haji” pada pertengahan Maret lalu di Surabaya telah dipetakan oleh Pemprov Jatim sebagai salah satu kluster penyebaran virus corona.

Pelatihan itu diikuti ratusan peserta se-Jatim.

Rio menyebut, kondisi pasien yang bersangkutan kini terus membaik. Saat ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), terang Rio, dia hanya mengalami gejala klinis ringan.

"Besok, akan kami ambil swab-nya lagi untuk diuji ulang, apakah sudah negatif atau belum. Mengingat, selama status PDP ini, pasien hanya mengalami gejala ringan, dan bahkan kondisinya terus membaik sampai sekarang," jelasnya.

Baca juga: Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Petugas telah melacak riwayat kontak pada dua pasien, baik pada keluarga maupun yang pernah kontak dengan mereka.

"Sudah ada puluhan orang dari hasil tracing. Mereka diprioritaskan untuk dilakukan uji cepat atau rapid test,” ungkap Rio.

Baca juga: Jalani Rapid Test, 5 Peserta Pelatihan Petugas Haji asal Gresik Terindikasi Positif Covid-19

Dari data per 10 April 2020 jumlah Orang Dengan Resiko (ODR) di Banyuwangi mencapai 2.886 orang. Sedangkan ODP mencapai 514 orang

Dari jumlah itu, 168 ODP masa pantau (orang telah dilakukan pemantauan) dan 346 orang telah selesai melalui pemantauan (ODP selesai pantau).

Sedangkan, PDP dalam masa pantau ada 7 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X