Kompas.com - 10/04/2020, 18:09 WIB
Ilustrasi Mudik KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi Mudik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemudik yang datang ke Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sudah mencapai lebih dari 7.000 orang, mereka datang sejak akhir Maret lalu.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap untuk warga perantauan menunda mudik. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan hingga Jumat (10/4/2020) jumlah pemudik yang datang mencapai 7662 orang, untuk mereka yang datang juga dilakukan pemantauan kesehatannya.

Ada 457 pemudik yang kembali ke kota asal.  "Ada ratusan warga yang datang sekarang sudah balik," kata Kelik saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (10/4/2020). 

Baca juga: Fakta Polisi di Gunungkidul Terjangkit Corona, Baru Dilantik dan Sempat ke Jakarta

Penghitungan pemudik di Gunungkidul melalui desa, dan diunggah  sistem informasi desa (SID) yang terpasang di setiap desa.

Pasalnya dengan aplikasi ini pendataan lebih akurat dan pemkab bisa melakukan pemantauan setiap saat.

Pendataan langsung dilakukan di desa dengan melibatkan ketua RT/RW maupun kepala dusun. Pemantauan juga dibantu petugas puskesmas yang melakukan penyuluhan kesehatan.

Ada pun teknis dalam pedataan, setiap pemudik akan diberikan blangko yang berisi tentang data diri lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Setelah blangko terisi kemudian diserahkan ke operator SID untuk kemudian diinput kedalam aplikasi. Dari sini, operator di pemkab bisa mengetahui jumlah rincian pemudik di setiap desa.

Baca juga: Tangani Corona, Anggota DPRD Gunungkidul Wajib Setor Rp 5 Juta Per Bulan

 

Apresiasi desa yang buat langkah mandiri

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengapresiasi langkah tingkat desa hingga dusun yang membuat posko pemantauan dan penanggulan Covid-19 mandiri.

Mereka menggunakan dana mandiri untuk membuka posko untuk memantau kedatangan orang dari luar. 

Dia mengatakan, secara mandiri masyarakat melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan hand sanitizer mandiri kepada warga.

Baca juga: Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

 

Mereka menyesuaikan dengan kondisi wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada warganya.

"Di Desa Putat (kecamatan Patuk) warga membuat radio komunitas untuk memberikan sosialisasi kepada warganya," ucap Immawan.

"Untuk di Desa Girikarto (kecamatan Panggang) pak Kades (Kepala Desa) dan Kadus (Kepala Dusun) sudah berkomunikasi dengan warga perantau. Untuk umumnya perantau pekerjaan sudah mapan, mereka tidak akan mudik. Ini penting komunikasi dengan warga perantau untuk tidak mudik, sebagai motifasi untuk tidak mudik," kata Immawan.

Baca juga: Warga Gunungkidul Meninggal Setelah Dikunjungi Cucunya dari Depok, Tetangganya Takut Memakamkan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X