Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Kompas.com - 10/04/2020, 13:16 WIB
Personel Polres Kota Padang Sidempuan melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban, paska korban yang merupakan pasien melompat dari lantai 4 RSUD Kota Padang Sidempuan, Jumat (10/4/2020). Korban dirawat akibat mengeluh mengalami sakit sesak pada pernafasan. handoutPersonel Polres Kota Padang Sidempuan melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban, paska korban yang merupakan pasien melompat dari lantai 4 RSUD Kota Padang Sidempuan, Jumat (10/4/2020). Korban dirawat akibat mengeluh mengalami sakit sesak pada pernafasan.

PADANG SIDEMPUAN, KOMPAS.com - Seorang pasien di RSUD Kota Padang Sidempuan tewas setelah melompat dari lantai empat rumah sakit tersebut, Jumat (10/4/2020) pagi.

Sebelum tewas, pasien berinisial BH (32), warga Padang Sidempuan ini datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas. BH kemudian dirawat inap.

Kapolres Kota Padang Sidempuan AKBP Juliani Prihartini mengatakan, pasien diduga melakukan bunuh diri dengan cara melompat lewat jendela dari lantai 4 Ruang Melati 12 RSUD Padang Sidempuan.

"Pasien meninggal seketika setelah lompat dari lantai empat RSUD Kota Padang Sidempuan," kata Juli lewat siaran pers yang dibagikan, Jumat.

Baca juga: 3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Juliani menjelaskan, BH datang ke rumah sakit didampingi dua anggota keluarganya, dengan keluhan sesak napas, Kamis (9/4/2020) malam.

Kemudian, petugas medis yang memeriksa menyarankan BH untuk rawat inap dan ditempatkan di Kamar 12 Lantai empat RSUD Kota Padang Sidempuan.

Juli mengatakan, dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi yang dikumpulkan, Jumat sekitar pukul 04.00 WIB, korban terbangun dan bergerak dari tempat tidurnya.

Tiba-tiba, korban langsung berjalan ke arah jendela kamar dan membukanya.

"Setelah membuka jendela kamar, korban langsung melompat dan jatuh tepat di halaman samping rumah sakit," ujar Juli.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X