Diduga Tak Diberi Pinjaman Uang Rp 500.000, Sunarah Tewas Dijerat Tali Tampar

Kompas.com - 09/04/2020, 20:33 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

KOMPAS.com - Gara-gara tak memberi pinjaman uang Rp 450.000, Sunarah (57), warga Desa Kramatjego, Kecamatan Taman, Sidoarjo, tewas dijerat dengan tali oleh temannya sendiri, MK, Senin (30/3/2020).

Kasus tersebut terungkap setelah warga melapor ke polisi karena mencium bau busuk dari dalam rumah korban, pada hari Kamis (2/4/2020).  

Setelah polisi datang Sunarah ternyata sudah tewas tergeletak dengan seutas tali tampar tak jauh dari jasadnya. 

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews, polisi telah menangkap MK, warga Desa Cangkringsari, Kecamatan Sukodono, Kamis (8/4/2020). MK ditangkap saat bersama istri sirinya di indekos di Desa Keboharan.

“Masih dalam proses pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra saat dikonfirmasi tentang penangkapan ini.

Baca juga: Korban Terseret Arus Sungai di Cianjur Ditemukan Tewas 35 Km dari Lokasi

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku nekat membunuh korban karena merasa kesal tidak diberi pinjaman uang yang akan digunakan untuk membayar uang sekolah anaknya.

Setelah membunuh Sunarah yang tinggal sendirian di rumahnya, pelaku tega mengunci rapat pintu rumah dan meninggalkan jasad korban di dalam rumah. 

Sebelum kabur, pelaku sempat membawa sejumlah uang milik korban dan memberikan sebagian ke istri sirinya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Pembunuhan di Sidoarjo Dipicu Korban Enggan Pinjamkan Uang ke Pelaku



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Regional
Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Regional
Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Regional
Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Regional
15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

Regional
Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X