Perjuangan Jurnalis di Pedalaman NTT Tempuh Jarak 10 Km Cari Sinyal untuk Kirim Berita

Kompas.com - 09/04/2020, 16:52 WIB
Ambrosius Adir (30), seorang wartawan berstatus kontributor sedang mencari signal untuk mengirim berita ke kantornya di kawasan hutan di antara Desa Gunung Baru dan Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, (9/4/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURAmbrosius Adir (30), seorang wartawan berstatus kontributor sedang mencari signal untuk mengirim berita ke kantornya di kawasan hutan di antara Desa Gunung Baru dan Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, (9/4/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com - Warga di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya yang berada di pedalam Kabupaten Manggarai, NTT, harus bersusah payah untuk mendapatkan jaringan komunikasi.

Hal itu juga dialami kontributor TVRI NTT, Ambrosius Adir (30).

Adir mengatakan, awalnya dia bekerja di kota. Namun, karena wabah corona, Adir memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Lembah Munda, Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba.

Baca juga: Gubernur NTT Larang Warga Makan di Rumah Makan untuk Cegah Corona

Meski kembali ke kampung halaman, Adir tetap harus bekerja dengan setiap hari memberitakan kondisi wilayahnya.

Namun, jaringan komunikasi di sana terbilang sangat sulit. Khususnya saat Adir hendak mengirimkan berita dalam bentuk video.

Dia harus menempuh perjalanan sejauh 10 km menggunakan sepeda motor menuju pegunungan dari kampungnya di Lembah Munda untuk mendapatkan sinyal internet.

Setiap hari selama dua pekan, Adir bolak balik ke kawasan pegunungan untuk mencari sinyal,

"Selama masa lockdown, social distancing, dan physical distancing yang diinstruksikan oleh pemerintah terkait pandemi corona, saya tinggal di Kampung Lembah Munda bersama keluarga. Namun, di balik lockdown ini saya harus tetap bekerja demi mendapatkan uang dari honor berita demi membiayai hidup keluarga," ujar Adir melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/4/2020).

Adir mengatakan, sebagian besar jurnalis di pedalaman Manggarai merasakan hal yang sama.

Namun, hal itu tetap dilakukan tentunya selain untuk menyampaikan kondisi terkini di daerah itu, juga untuk tetap membuat asap dapur mengepul.

"Saya datang cari sinyal untuk kirim berita di tengah wabah Covid-19. Sementara saya liputan dari rumah karena virus corona. Selain itu, saya mencari informasi untuk memberikan informasi Covid-19 kepada masyarakat agar tidak panik dengan berbagai informasi tentang wabah Covid-19," ujar Adir.

Baca juga: Masih Bebas dari Corona, Alasan Lain WN China yang Kunjungi Teman Wanitanya ke NTT

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X