Ayah Eva Yolanda LIDA Minta Maaf, Tak Ada Niat Kumpulkan Massa di Zona Merah Covid-19

Kompas.com - 08/04/2020, 14:54 WIB
Eva berada dianatara kerumunan massa saat kepulangannya Minggu sore lalu, warga tak perduli bahaya cieona covid-19 yang tengah mengancam. Dok tim EvaEva berada dianatara kerumunan massa saat kepulangannya Minggu sore lalu, warga tak perduli bahaya cieona covid-19 yang tengah mengancam.

MATARAM, KOMPAS.com - Masih hangat jadi pembicaraan viralnya video massa berdesak-desakan menyambut kepulangan Eva Yolanda, kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) ke kampung halamannya di Desa Lando, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Minggu sore.

Hal itu menjadi sorotan karena massa berkumpul di daerah yang menjadi zona merah Covid-19.

Terkait kejadian itu, Badrun, ayah Eva menyampaikan permintaan maaf.

Badrun mengatakan, kejadian itu sangat spontan dan tak pernah direncanakan sebelumnya.

"Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setinggi tingginya, di mana pada saat anak kami pulang masyarakat berkumpul, Itu semua tidak ada rencana, masyarakat secara spontan menyambut dengan kedatangan idola mereka," ujar Badrun saat dihubungi, Rabu (8/4/2020).

"Anak kami yang mewakili NTB dalam LIDA 2020 sebagai ungkapan rasa cinta dan sayang mereka. Kami tidak pernah merencanakan penyambutan apapun di tengan musibah Covid-19 ini," kata Badrun menambahkan.

Baca juga: Pulang dari Jakarta, Eva Yolanda LIDA Lakukan Karantina 14 Hari di Rumah

Saparudin, Ketua Tim Pemenangan Eva Yolanda juga menyampaikan kronologi kejadian sebenarnya sebelum Eva tiba di Lombok hingga massa berkumpul.

Saparudin mengatakan, pihaknya menerima informasi tentang kepulangan Eva dari Badrun, pada Sabtu (4/4/2020).

Tim relawan kemenangan Eva langsung menghubungi Kepala Desa Lando dan sejumlah keluarga Eva untuk membicarakan langkah saat menjemput Eva di bandara.

"Kami juga berkoordinasi denga aparat kepolisian, menyepakati tidak ada pengumpulan massa untuk menyambut Eva di rumahnya. Disepakati juga tidak beramai-ramai menjemput Eva di bandara, kita sudah sepakati itu semua," kata Saparudin.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Regional
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Regional
Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Regional
Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Regional
Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Regional
Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Regional
Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Regional
Saat  2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Saat 2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Regional
7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

Regional
Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Regional
Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Regional
Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Regional
Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Regional
Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X