Kompas.com - 08/04/2020, 10:28 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, masih menunggu persetujuan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Jika PSBB ditolak, Pemkot Tegal tetap menjalankan isolasi wilayah seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.

Sementara, ketika diterima tinggal melakukan penyesuaian sesuai aturan yang berlaku mengingat berbagai hal sudah disiapkan sebelumnya.

"Pemkot belum menerima jawaban resmi dari Kemenkes. Nanti kalau sudah menerima pasti kita sampaikan ke publik. Kalau diterima, kita tentu sudah siap," kata Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi, di Balai Kota Tegal, Selasa (7/4/2020) malam.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut 5 Daerah di Jabar Ajukan Status PSBB

Jumadi mengemukakan, permohonan resmi PSBB sudah dilayangkan pada 1 April 2020.

Hal yang mendasarinya untuk mengajukan PSBB karena Kota Tegal masuk zona merah karena sudah ada korban meninggal positif corona (Covid-19).

"Jadi alasan kita pengajuan PSBB karena Kota Tegal gawat darurat. Sudah ada warga yang positif, ada yang meninggal. Bahkan hari ini jumlah PDP yang meninggal bertambah lagi," ujar Jumadi.

Jumadi mengatakan, hingga kemarin, pihaknya masih menerapkan isolasi wilayah. Yakni dengan membatasi akses jalan dan menyiapkan bantuan bagi ribuan warga yang terdampak pandemi corona (Covid-19).

Baca juga: Gubernur Banten Ingin PSBB Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Gabung dengan Jakarta

Sejumlah program bantuan sudah disiapkan, salah satunya melalui jaring pengamanan sosial untuk membantu warga terdampak, baik itu warga miskin, pedagang kecil, pekerja kena PHK dan warga lainnya.

"Jaring pengaman sosial, ini yang paling penting. Karena bantuan bukan untuk warga miskin saja, namun warga lain yang terdampak. Jadi ada atau tidak ada PSSB memang sudah kita siapkan. Karena sudah tanggap darurat sehingga sudah kewajiban kita untuk peduli," terang Jumadi.

Menurut Jumadi, jika permohonan PSSB diterima, maka akan melakukan penyesuaian sebagai bentuk kepatuhan terhadap pemerintah pusat.

Karena, langkah cepat memang harus diambil Pemkot Tegal untuk mengamankan warganya.

"Apalagi Pemprov Jateng juga sama statusnya tanggap darurat. Berdasarkan itu kita melakukan isolasi wilayah terbatas, yang semula lokal lockdown, namun ada anjuran pusat maka kita ikuti. Kalau PSSB diterima kita tinggal penyesuaian, kalau ditolak ya tetap jalankan isolasi wilayah" ujar Jumadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Regional
Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Regional
Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Regional
Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Regional
Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Regional
Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Regional
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Regional
Walkot Makassar Gandeng Asian Development Bank Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Walkot Makassar Gandeng Asian Development Bank Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Regional
Putrinya Dibiayai Kuliah S2, Satu Keluarga dari Papua Ucapkan Terima Kasih kepada Ganjar

Putrinya Dibiayai Kuliah S2, Satu Keluarga dari Papua Ucapkan Terima Kasih kepada Ganjar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.