Suka Duka Kuliah Online Saat Pandemi Corona: Dosen dan Mahasiswa "Gaptek" hingga Mengeluh Boros Paket Data

Kompas.com - 07/04/2020, 22:04 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menutup perkuliahan tatap muka, dan menggantinya dengan kuliah daring atau kuliah online, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara merupakan salah satu universitas yang menerapkan kebijakan kuliah daring atau kuliah online. 

Tidak semua "happy" dengan kebijakan tersebut. Salah satu dosen Unimal menceritakan suka dukanya mengajar kuliah secara online atau kuliah daring selama pandemi corona. 

Ditemui Kompas.com, Selasa (7/4/2020) salah satu dosen Unimal bernama Dewi Kumala Sari menuturkan sejumlah kendalanya mengajar secara online.

Baca juga: Cegah Corona, Unpad Perpanjang Kuliah Online hingga Juni 2020

Gaptek

Dia mengaku, awalnya gagap teknologi (gaptek) saat akan memulai kuliah online. Gaptek ini dirasakannya sebagai dosen, serta para mahasiswanya.

Ia sendiri kemudian seharian belajar menggunakan aplikasi e-learning yang disiapkan oleh kampus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkali-kali Dewi membaca modul panduan penggunaan dan mempraktikkannya.

”Itu sebelum saya gunakan untuk mengajar daring ke mahasiswa. Belajar seharian dulu cara pakai aplikasinya,” kata Dewi sembari tersenyum mengenang gapteknya.

Baca juga: Cegah Corona, Universitas Pattimura Terapkan Kuliah Online dan Ujian Skripsi di Ruangan Terbuka

Terkendala koneksi internet

Apalagi di awal-awal terkendala server internet, sehingga sering tidak konek.

“Koneksi server kurang memadai, kadang-kadang tidak konek. Ini kendala juga. Sekarang ini sudah lancar saja, mungkin karena sudah pandai cara menggunakannya,” sebut Dewi.

Mahasiswa juga merasakan hal yang sama. Semakin sulit, sambung Dewi, karena dirinya mengajar bahasa Inggris secara online pada mahasiswa.

Materi bahasa Inggris yang terbilang sulit dipahami mahasiswa harus diajarkan secara daring melahirkan tantangan baru.

“Ada sedikit tantangan bagi saya yang mengajar mata kuliah bahasa Inggris, mengajar bahasa sedikit berbeda dengan mengajar mata kuliah lain. Karena ada materi ability (kemampuan) di dalamnya,” ungkap Dewi.

Baca juga: Perguruan Tinggi di Yogya Terapkan Kuliah Online, Sultan HB X Khawatir Mahasiswa Keluyuran

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.