Jalani Sidang Online, Terdakwa Suap Bupati Muara Enim Diadili dari Penjara

Kompas.com - 07/04/2020, 15:55 WIB
Sidang suap Bupati Muara Enim dengan agenda tuntutan terhadap Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Kabupaten Muara Enim Elfin MZ Muchtar yang dilakukan secara online di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (7/4/2020) untuk menghindari penyebaran virus corona. Dalam sidang tersebut, Elfin dituntut JPU KPK dengan penjara selama 4 tahun karena terbukti menerima suap. KOMPAS.com/AJI YK PUTRASidang suap Bupati Muara Enim dengan agenda tuntutan terhadap Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Kabupaten Muara Enim Elfin MZ Muchtar yang dilakukan secara online di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (7/4/2020) untuk menghindari penyebaran virus corona. Dalam sidang tersebut, Elfin dituntut JPU KPK dengan penjara selama 4 tahun karena terbukti menerima suap.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Kabupaten Muara Enim Elfin MZ Muchtar menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Selasa (7/4/2020).

Namun, pemandangan sidang ini begitu berbeda pada hari biasanya. Sebab, terdakwa Elfin menjalani proses persidangan dari dalam penjara dengan menggunakan aplikasi. 

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, pengacara dan tiga hakim berada di ruang sidang.

Hal itu dilakukan untuk menjaga pyshical distancing selama masa penyebaran virus corona yang saat ini masih berlangsung.

Baca juga: Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Dalam sidang yang berlangsung secara virtual tersebut, Elfin dituntut penjara selama 4 tahun karena melanggar pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebab, ia terbukti menerima suap dari terdakwa Robi Okta Fahlefi berupa uang tunai Rp 1 miliar, tanah senilai Rp 2 miliar di Tangerang dan sepatu basket seharga Rp 25 juta.

Robi diketahui adalah kontraktor pelaku suap terhadap Bupati Muara Ahmad Yani dengan menjanjikan fee sebesar 15 persen dari total nilai proyek pembangunan jalan sebesar Rp 135 miliar dan telah divonis dengan kurungan penjara 3 tahun dan denda Rp 250 juta pada 28 Januari 2020.

"Terdakwa Elfin orang kepercayaan Ahmad Yani hingga dalam penerimaan fee dari Robi Okta Fahlefi dilakukan satu pintu, yakni melalui Elfin," kata JPU KPK, Roy Riyadi.

Selama jalannya persidangan, terungkap bahwa Elfin adalah tangan kanan Ahmad Yani.

Ia berperan sebagai pencari kontraktor yang siap memberikan fee 10 persen di muka untuk Bupati dan 5 persen untuk kadis PUPR dan ketua DPRD Muara Enim dalam pengerjaan 16 paket proyek jalan.

"Terdakwa tidak hanya menjadi penghubung antara kontraktor dan pihak penerima suap. Terdakwa mendapat uang dari Robi sebanyak Rp 1 miliar, tanah ada yang di Tangerang seharga Rp 2 miliar dan sepatu basket seharga Rp 25 juta," ujarnya.

Baca juga: Nama Firli Bahuri Disebut di Sidang Suap Bupati Muara Enim, Ini Jawaban Jaksa KPK

Sementara itu, Hakim Ketua Erma memberikan waktu kepada kuasa hukum terdakwa untuk melakukan pembelaan atas tuntutan yang disampaikan JPU.

Sidang pun ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan.

"Sidang akan dilanjutkan pada 14 April 2020 nanti dengan agenda pledoi," kata Erma.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
Dokter RSUD RA Kartini Meninggal Dunia akibat Covid-19

Dokter RSUD RA Kartini Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Bayi yang Ditemukan Warga di Sawah Ternyata Dibuang Ibu Kandung

Bayi yang Ditemukan Warga di Sawah Ternyata Dibuang Ibu Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X