Akibat Pandemik Corona, Muncul Wacana Penundaan PON, Ini Tanggapan Wagub Papua

Kompas.com - 07/04/2020, 15:34 WIB
Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang juga selaku Ketua Umum PB PON Papua Sub Mimika, didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob yang juga Wakil Ketua PB PON Papua Sub Mimika, dan Sekretaris PB PON Papua sub Mimika Cessar Avianto Tunya perkenalkan maskot PON XX, Jumat (13/12/2019) IRSUL PANCA ADITRABupati Mimika Eltinus Omaleng yang juga selaku Ketua Umum PB PON Papua Sub Mimika, didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob yang juga Wakil Ketua PB PON Papua Sub Mimika, dan Sekretaris PB PON Papua sub Mimika Cessar Avianto Tunya perkenalkan maskot PON XX, Jumat (13/12/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Masalah Pandemik virus corona yang sedang melanda Indonesia dan banyak negera lainnya memunculkan wacana penundaan penyelenggaraan PON XX 2020 di Provinsi Papua.

PON 2020 rencananya akan dimulai pada 20 oktober 2020 mendatang.

Mersepon wacana tersebut, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengaku, siap menjalankan apapun keputusan pemerintah pusat terkait wacana tersebut.

"PON itu kebetulan Papua sebagai tuan rumah, PON itu gawenya (kegiatan) negara, kebetulan mereka kasih kepercayaan kepada Papua, jadi kami tergantung negara, kalau mau dilanjutkan silakan, ditunda silakan, tidak masalah itu tergantung negara saja," ujar Klemen, di Jayapura, Selasa (7/4/2020).

Baca juga: Wapres: Kemungkinan Besar PON Ditunda jika Wabah Corona Masih Mengancam

Ia menegaskan, selama belum ada keputusan dari pemerintah pusat yang akab merubah jadwal pelaksanaan PON, maka Papua akan terus bersiap.

Menurut Klemen, hingga kini, proses pembangunan venue terus berjalan meski pemerintah tengah memberlakukan pembatasan sosial.

"Yang penting kami Papua siap, vanue yang dibangun oleh APBD Provinsi Maret itu 100 persen selesai, vanue-vanue yang dibangun oleh APBN itu juni selesai, tetapi dengan situasi ini mungkin agak molor sedikit," kata dia.

Klemen meyakini, bila saat ini pemerintah tengah berupaya menangani pandemik corona sehingga apapun agenda nasional bisa saja ditunda bahkan dibatalkan.

Baca juga: Covid-19 Mewabah, Pemerintah Belum Berencana Tunda PON XX Papua

"Saya rasa pemerintah pusat akan melihat dengan bijaksana, dan terbaik buat PON ini yang menyangkut hajat semua orang. Tuan rumah selalu siap, jika negara bilang kita mundur sampai Maret 2021 kita tidak ada masalah, mundur lagi tidak masalah," kata Klemen.

Hingga Senin (6/4/2020), jumlah kasus positif corona di Papua mencapai 26 kasus.

Dari jumlah tersebut, 2 meninggal dunia dan 5 pasien dinyatakan sembuh.

Kemudian ada 3.498 orang dalam pemantauan (ODP) dan 45 pasien dalam pengawasan (PDP).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X