"Master Boleh Makan Paku, tapi Corona Tak Main-Main, Jangan Mudik"

Kompas.com - 07/04/2020, 11:05 WIB
Cuplikan video kampanye tunda mudik di tengah pandemi corona yang diperankan Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto dan master sulap Indonesia Limbad. Screengrab dari videoCuplikan video kampanye tunda mudik di tengah pandemi corona yang diperankan Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto dan master sulap Indonesia Limbad.

KOMPAS.com - Segala cara digunakan jajaran Polres Cianjur untuk mengimbau masyarakat untuk tidak mudik di tengah wabah corona.

Salah satunya dengan menggandeng salah satu pesulap terkenal di Indonesia, Master Limbad.

"Master boleh makan paku, boleh sekuat linggis, tapi virus corona jangan main-main. Master harus balik, tidak boleh mudik," kata Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto dalam video pendek yang digagas jajaran Polres Cianjur, Senin (6/4/2020). 

Baca juga: Ketika Master Limbad Gagal Mudik dan Tepergok Polisi di Cianjur

Juang mengatakan, Polres Cianjur membuat video pendek berdurasi 2 menit 8 detik untuk kampanyekan tidak mudik selama wabah corona.

Dalam video itu, Master Limbad digambarkan kepergok polisi saat hendak mudik.

Lalu, Master Limbad digelandang ke halaman Polres Cianjur untuk diberi pemahaman soal larangan mudik selama corona.

Di akhir video, Master Limbad bersama Juang bersama-sama mengimbau warga menunda mudik.

“Sayangi keluarga kita, sayangi saudara kita, sayangi kita semua, semoga kita semua terhindar dari virus corona,” ucap Juang.

Baca juga: Ditipu Penumpang, Mulyono Pilih Memaafkan, Ini Ceritanya Selama Perjalanan Purwokerto-Solo

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X