Corona, PKL di Kota Magelang Boleh Buka, tetapi Tak Pakai Meja Kursi

Kompas.com - 07/04/2020, 06:22 WIB
PKL di Pusat Kuliner Tuin Van Java Alun alun Kota Magelang dilarang sediakan meja kursi agar warga tak berkumpul, guna mencegah penyebaran Covid-19, Senin (6/3/2020). KOMPAS.COM/Dok Prokompim Kota MagelangPKL di Pusat Kuliner Tuin Van Java Alun alun Kota Magelang dilarang sediakan meja kursi agar warga tak berkumpul, guna mencegah penyebaran Covid-19, Senin (6/3/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Magelang mewajibkan para pedagang kaki lima ( PKL), khususnya di pusat-pusat kuliner, untuk menerapkan transaksi take away atau melayani kemudian pembeli membawa pulang.

Hal ini diberlakukan mulai Senin (6/4/2020), setelah sebelumnya seluruh pusat kuliner di Kota Magelang ditutup pada 1-4 April 2020.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, dibukanya kembali pusat kuliner merupakan upaya pemerintah dalam rangka penguatan ekonomi rakyat di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

Baca juga: Masih Bekerja Saat Wabah Covid-19, Pemulung dan PKL Dapat Bantuan Makanan hingga Sembako

Namun, Pemkot meminta pedagang tidak menyediakan meja dan tempat kursi agar pembeli tidak nongkrong atau berkerumun.

"Pedagang kaki lima (PKL) boleh berjualan, tapi tidak usah pakai kursi. Jadi melayani, lalu (pembeli) langsung pulang. Ini dalam rangka penguatan ekonomi rakyat, mulai pengamanan sosial dilakukan maka berjualan izinkan," kata Sigit, dalam keterangan pers tertulis, yang diterima, Senin (6/4/2020).

Dengan tegas, Sigit menginstruksikan jajarannya di lapangan untuk tidak segan-segan membubarkan warga yang terlihat berkerumun.

Ini tidak lain agar pendemi Covid-19 segera berakhir dan aktivitas berjalan normal kembali.

"Kita semua bergerak di lapangan, tidak boleh diam. Kalau masih ada yang berkerumum harus dibubarkan," perintah Sigit.

Baca juga: Tetapkan Status Darurat Covid-19, Bupati Jombang Minta Pemilik Warung dan PKL Tutup

Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tidak lelah mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, cuci tangan dengan baik serta disiplin menerapkan social maupun physical distancing. Apalagi Kota Magelang saat ini cenderung kondusif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Joko Budiyono menyatakan, meski di tengah wabah Covid-19, pedagang kaki lima, kafe dan rumah makan boleh membuka lapak, namun dengan catatan tidak boleh untuk ajang berkumpul.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X