Selama Pandemi Corona, 24.551 Warga di Kota Tegal Bakal Terima Bantuan

Kompas.com - 06/04/2020, 21:17 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan anggota Tim Gugus Percepatan  Penanganan Covid-19 saat rapat kerja bersama anggota DPRD Kota Tegal, Senin (6/4/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiWali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan anggota Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 saat rapat kerja bersama anggota DPRD Kota Tegal, Senin (6/4/2020)

TEGAL, KOMPAS.com - Pemkot Tegal, Jawa Tengah, mengusulkan sedikitnya 24.551 warga terdampak termasuk pasien dan tenaga medis menerima bantuan langsung di tengah pandemi corona ( Covid-19).

Usulan tersebut dipaparkan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat rapat bersama DPRD Kota Tegal, di Ruang Komisi I DPRD Kota Tegal, Senin (6/4/2020).

Dedy mengemukakan, Pemkot Tegal mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 27,5 miliar untuk penanganan corona.

Baca juga: Dalam 2 Hari, 3 PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Dengan rincian, anggaran darurat bencana Rp 2 miliar, kas giro Rp 15 miliar, relokasi anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Rp 10 miliar, serta sumbangan ASN Rp 500 juta.

"Harapannya 15 April ini sudah bisa realisasi. Untuk membantu warga terdampak. Dengan menyiapkan jejaring sosial, ada sejumlah prioritas yang akan kita bantu," tuturnya.

Selain untuk memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk kebutuhan sarana dan prasarana medis selama penanggulangan corona.

Baca juga: Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Dedy mengusulkan salah satu penerima bantuan tersebut yakni 14.111 warga miskin dan 558 pedagang kaki lima (PKL).

"Dengan waktu yang terus berjalan ini warga harus segera dibantu. Saya yakin ekonomi warga sedang sangat terpuruk. Sehingga yang prioritas segera bisa dibantu," pungkas Dedy.

Sementar itu, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengatakan, pihaknya meminta Pemkot Tegal untuk bisa menghitung ulang anggaran tersebut.

Pasalnya, kebutuhan anggaran untuk menangani wabah corona diprediksi melebihi Rp 27,5 miliar.

"DPRD belum sepenuhnya setuju. Kalau ternyata kebutuhan anggaranya lebih besar dari itu bagaimana? Kami berharap ada relokasi anggaran dari Pemkot Tegal untuk ini," kata dia.

Menurut dia, Pemkot Tegal bisa menambahkan anggaran dari sejumlah kegiatan yang tak terlaksana hingga Mei 2020.

Selain itu, perlu ada tambahan dari relokasi anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk mengambil anggaran rapat dan kunjungan kerja DPRD dalam beberapa bulan ke depan.

Nantinya, kata dia, Pemkot Tegal bisa kembali menghitung ulang dan merapatkan kembali bersama DPRD sebelum direalisasikan.

"Belum para pekerja yang telah dirumahkan tanpa diberikan kompensasi oleh perusahaan. insentif tenaga medis, kalau bisa ditambah jangan Rp 200.000 per bulan. Mereka garda terdepan yang sangat berisiko langsung bersentuhan dengan pasien," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X