Meninggal karena Sakit, Napi Teroris Bom Sibolga Dimakamkan di Tapanuli Tengah

Kompas.com - 06/04/2020, 15:07 WIB
Jenajah Azmil Khair Simanjuntak alias AK alias Ameng, salah satu Narapidana Teroris Bom Sibolga saat sampai di kampung halamannya di Kota Sibolga dan dimakamkan di Tapanuli Tengah, Minggu (5/4/2020). Diketahui, AK meninggal karena sakit saat menjalani masa hukumannya di Jakarta. handoutJenajah Azmil Khair Simanjuntak alias AK alias Ameng, salah satu Narapidana Teroris Bom Sibolga saat sampai di kampung halamannya di Kota Sibolga dan dimakamkan di Tapanuli Tengah, Minggu (5/4/2020). Diketahui, AK meninggal karena sakit saat menjalani masa hukumannya di Jakarta.

"Almarhum dikebumikan di pemakaman keluarga di Tapanuli Tengah. Semua prosesnya berjalan aman dan mendapat pengawalan dari petugas kita," kata Kapolres.

Ditanya apa penyebab almarhum meninggal, Kapolres tidak menjelaskannya.

"Informasinya sakit. Dan, kita bertugas untuk mengawal dan memastikan kondisi selama pemakaman berjalan aman dan kondusif," kata Triyadi.

Terlibat bom Sibolga

Diketahui, Azmil Khair Simanjuntak alias AK alias Ameng merupakan salah satu narapidana teroris yang terlibat kejadian ledakan Bom Sibolga pada 12 Maret 2019.

Dia ditangkap bersama narapidana teroris lainnya yang sudah divonis Majelis Hakim PN Jakarta Timur dengan hukuman enam tahun hingga hukuman mati.

Sebelumnya, Kepolisian RI menemukan 300 kilogram bahan peledak dari ketiga terduga teroris yang ditangkap di Sibolga, Sumatera Utara.

Ketiga terduga teroris tersebut adalah Husain alias Abu Hamzah (AH), AK alias Ameng, dan ZP alias Ogel.

"Barang bukti kalau misalnya terkumpul semuanya baik dari tersangka tersebut, kemarin Pak Kapolda sudah menyampaikan kurang lebih sekitar 300 kilogram," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Dari AH, yang memiliki kemampuan merakit bom, polisi menyita berbagai jenis bom, seperti dua bom pipa, empat casing tabung pipa dari LPG, satu bom elbow, dan empat bom ranjau.

Polisi juga menyita berbagai bahan peledak seperti 100 kilogram flash powder dan potasium korat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

Regional
9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Regional
Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Regional
Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X