Anggota DPR: Saat Wabah Corona, Desa Harus Diselamatkan

Kompas.com - 06/04/2020, 12:25 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR  RI Dedi Mulyadi KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAWakil Ketua Komisi IV DPR  RI Dedi Mulyadi

Selain itu, Dedi mengingatkan agar desa tidak lagi memikirkan untuk mengejar ketertinggalan dan berharap menjadi seperti kota.

"Ketika di kota pabrik lumpuh oleh corona, sumber pangan jadi kesulitan. Padahal pangan adalah kebutuhan mendasar. Ke depan daerah produksi tidak boleh diganggu lagi, daerah sumber produksi yang memiliki implikasi bagi ketahanan pangan, ketahanan gizi masyarakat, enggak boleh diganggu harus tetap ada karena dalam dunia yang cepat berubah semua tidak ada jaminan," ucapnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Dedi mengatakan Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan pangan impor dari luar negeri.

"Kalau semua negara kena corona, setiap negara pasti akan mempertahankan sumber pangannya untuk tidak dijual. Makanya saya bilang hati-hati, kalau corona menyebar ke desa, orang desa enggak bisa produksi sudahlah lewat. Segera ubah tata ruang supaya desa tetap jadi sumber produksi pangan," tegasnya.

Baca juga: Masyarakat yang Telanjur Mudik Diminta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Memudahkan isolasi

Dedi menambahkan, Indonesia sebagai negara kepulauan dan memiliki banyak desa terpencil justru memudahkan untuk menekan penyebaran penyakit.

"Karantina wilayah sudah tepat. Sebagai negara kepulauan, negara pedesaan sebetulnya sangat mudah dalam upaya pencegahan wabah corona. Tinggal pulaunya diisolasi, tidak boleh ada kapal yang datang. Yang lokasinya terpisah dengan hutan tinggal tutup perbatasan hutan. Tetapi orang desa tetap berproduksi pangan, sumber gizi masyarakat seperti daging ikan, telor harus terus berproduksi," tandasnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X