Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Kompas.com - 05/04/2020, 20:24 WIB
Petugas Medis RSUD Kota Padang Sidempuan membawa satu warga berstatus PDP Covid-19 untuk dirujuk ke RSUP Adam Malik di Medan, Jumat (3/4/2020) pukul 23.45 wib. Dikabarkan, belum sampai di RSUP, pasien meninggal saat dalam perjalanan, Sabtu (4/4/2020) pagi. KOMPAS.COM/ORYZA PASARIBUPetugas Medis RSUD Kota Padang Sidempuan membawa satu warga berstatus PDP Covid-19 untuk dirujuk ke RSUP Adam Malik di Medan, Jumat (3/4/2020) pukul 23.45 wib. Dikabarkan, belum sampai di RSUP, pasien meninggal saat dalam perjalanan, Sabtu (4/4/2020) pagi.

 

PADANG SIDEMPUAN, KOMPAS.com- Sebelum dirujuk ke RSUP Adam Malik dan meninggal di perjalanan, Sabtu (4/4/2020) pagi, PDP hamil asal Padang Sidempuan sempat diuji dengan rapid test dan hasilnya reaktif.

Dokter Rini, salah satu anggota tim medis di Laboratorium RSUD Kota Padang Sidempuan yang sempat menangani pasien mengatakan, melihat hasil laboratorium, pasien mengalami anemia dengan jumlah sel darah putih yang normal.

Begitu pula dengan trombositnya, juga dalam keadaan normal.

Baca juga: PDP Hamil yang Keluhkan Layanan RS via Live Facebook Meninggal di Perjalanan

Pasien juga sudah diperiksa menggunakan alat rapid rest yang diterima dari Dinas Kesehatan.

"Kita juga sudah melakukan pemeriksaan kepada pasien (rapid test) yaitu dengan hasil reaktif," ujar Dokter Rini, Jumat (3/4/2020) malam, sebelum pasien dirujuk ke RSUP Adam Malik.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution mengatakan, sesuai data gugus tugas, ada satu warga yang berstatus pelaku perjalanan nomor 459.

Kemudian, pada 31 Maret 2020 warga itu ditetapkan sebagai ODP. Pada 2 April 2020, statusnya ditingkatkan menjadi PDP.

Warga PDP tersebut, kata Wali Kota, sudah ditangani dan dirawat di ruangan isolasi yang sudah disiapkan di RSUD Kota Padang Sidempuan.

"PDP itu tidak sama dengan sudah positif. Tolong dipahami. Kami sudah mengambil sampel swab (pasien) dan mengirimkannya ke Jakarta. Dan setelah itu baru bisa kita dapat pastikan benar apa tidak," ungkap Wali Kota saat menggelar konferensi pers, Kamis (2/4/2020) malam.

Hingga Sabtu (4/4/2020) malam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkot Padang Sidempuan mencatat, jumlah total pelaku perjalanan sebanyak 1446 orang.

Dari jumlah tersebut, 1 orang dinyatakan PDP dan meninggal dunia di perjalanan saat dirujuk ke RSUP Adam Malik di Medan.

Sementara, sebanyak 45 orang ditetapkan sebagai ODP yang pernah melakukan kontak erat dengan PDP yang meninggal.

Baca juga: Penjelasan RSUD Padang Sidempuan soal Pasien PDP Hamil Keluhkan Fasilitas Melalui Live Facebook

Lainnya masuk dalam kategori ODP Sehat, sudah selesai dilakukan observasi dan sudah kembali ke daerah asal (ke luar Kota Padang Sidempuan).

Diberitakan sebelumnya, satu PDP Covid-19 asal Kota Padang Sidempuan yang dirujuk ke RSUP Adam Malik di Medan, meninggal saat masih dalam perjalanan, Sabtu (4/4/2020) pagi.

Pasien yang diketahui dalam keadaan hamil 24 minggu itu, sebelumnya sempat dirawat di RSUD Kota Padang Sidempuan.

Berdasarkan informasi yang didapat, PDP Covid-19 yang sebelumnya sempat mengeluh dan melakukan "live" di Facebook ini, meninggal di daerah Tebing Tinggi, Sumatera Utara, sebelum sampai di Medan.

Namun, pasien langsung dibawa ke RSUP Adam Malik untuk memastikan kondisinya.

"Suaminya menelepon saya tadi dan mengabarkan isterinya (pasien), meninggal dunia saat dalam perjalanan. Kabarnya di daerah Tebing Tinggi," ungkap kepala lingkungan setempat K Ritonga, Sabtu (4/4/2020).

Sayangnya, hingga hari ini pihak Pemkot dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Padang Sidempuan belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.

Catatan redaksi soal rapid test

Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction). Baca selanjutnya di https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/03/080300423/setelah-rapid-test-tes-pcr-diperlukan-untuk-pastikan-virus-corona.

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Regional
Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Regional
Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Regional
Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Regional
Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Regional
Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X