Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Kompas.com - 05/04/2020, 17:49 WIB
Koordinator Terminal Penumpang Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto ditemui di kantornya, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKoordinator Terminal Penumpang Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto ditemui di kantornya, Senin (16/12/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, mendata setiap penumpang yang turun di terminal khususnya berasal dari wilayah Jabotabek.

Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus corona ( Covid-19). 

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Solo Joko Sutriyanto mengatakan, dari hasil pendataan itu akan disampaikan kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo.

Baca juga: Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Sejauh ini, kata Joko, ada beberapa penumpang berasal dari wilayah Jabotabek yang turun di terminal.

"Ada satu dua penumpang dari sana (Jabotabek) yang turun di terminal. Mereka langsung kita data kemudian kita laporkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Solo," kata Joko di Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2020).

Joko menambahkan, pendataan terhadap penumpang berasal dari wilayah Jabotabek sudah berjalan sejak tiga hari terakhir selama 24 jam.

"Biasanya momen Lebaran Terminal Tirtonadi selalu dipadati para pemudik dari wilayah Jabotabek yang akan mudik ke kampung halaman," ujarnya.

Sejak wabah virus corona muncul dimungkinkan para pemudik Jabotabek memilih menggunakan bus charter dan langsung menuju ke kota/kabupaten asal mereka. Sehingga sedikit yang turun di terminal.

"Jadi, mungkin yang dari Wonogiri langsung ke pulang ke Wonogiri. Mungkin sisanya ada yang pulang mandiri dan turun di terminal Solo," ungkap dia.

Baca juga: Wali Kota Solo: Tidak Manusiawi Menolak Pemakaman Pasien Covid-19

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pemudik yang mempercepat mudiknya di tengah pandemi corona langsung masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di tempat yang telah disiapkan.

Selain itu mereka juga akan diperiksa oleh petugas kesehatan.

"Para pemudik yang nekat akan mudik ke Solo, khususnya warga yang mudik ber-KTP Solo akan dijemput bus langsung menuju tempat karantina," kata Rudy.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Regional
Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Regional
Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X