Hasil Rapid Test Positif Corona, 20 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Dikarantina di Sukabumi

Kompas.com - 04/04/2020, 10:40 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

PADANG, KOMPAS.com - Sebanyak 20 orang siswa Sekolah Pembentukan Perwira Polisi Indonesia asal Sumatera Barat, terdeteksi positif berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan Lemdikpol Sukabumi.

Saat ini, calon perwira itu sedang menjalani karantina di Sukabumi dan belum diperbolehkan cuti ke kampung halamannya.

"Benar, 20 orang siswa Setukpa asal Sumbar terdeteksi Covid-19 melalui rapid test," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Stefanus mengatakan, saat ini 20 siswa itu sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan dikarantina.

Baca juga: Pulang dari Sukabumi, 26 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Jalani Karantina 14 Hari

Sementara 26 siswa Setukpa asal Sumbar lainnya sudah diperbolehkan pulang ke kampung halamannya, namun tetap saja harus menjalani karantina 14 hari di Sekolah Polisi Negara (SPN) Padang Besi, Padang.

"Secara total ada 46 siswa Setukpa asal Sumbar. Sebanyak 26 orang sudah pulang cuti dan jalani karantina di SPN Padang Besi. Sedangkan sisanya masih di Sukabumi jalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Stefanus.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 26 siswa Sekolah Pembentukan Perwira Polisi Indonesia asal Sumatera Barat yang baru pulang dari Sukabumi menjalani karantina selama 14 hari di Sekolah Polisi Negara (SPN) Padang Besi, Padang, Sumatera Barat.

"Ada 26 siswa Setukpa asal Sumbar yang baru datang dari Sukabumi pada Senin (30/3/2020) lalu dan sekarang di karantina di SPN Padang Besi," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Stefanus menyebutkan kondisi 26 siswa Setukpa itu sedang menjalani cuti pendidikan dan kembali ke Sumbar.

Sesuai dengan protap penanggulangan wabah Covid-19, maka 26 siswa tersebut harus menjalani karantina selama 14 hari.

"Mereka dalam kondisi sehat. Namun kita tetap antisipasi dengan mengkarantina mereka selama 14 hari. Ini karena mewabahnya Covid-19," jelas Stefanus.

Baca juga: Penjelasan Polri soal Calon Perwira Polisi yang Positif Covid-19 Seusai Rapid Test

Stefanus mengatakan siswa Setukpa asal Sumbar saat ini ada 46 orang, namun yang baru pulang hanya 26 orang saja.

"Sebanyak 20 orang masih menjalani pemeriksaan di Sukabumi terkait Covid-19 ini," kata Stefanus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X