Kompas.com - 04/04/2020, 07:13 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp 38,379 miliar untuk tenaga medis yang saat ini berada di garda terdepan dalam menangani penyembuhan pasien positif virus corona.

Total anggaran tersebut digunakan sebagai intensif bagi paramedis untuk belanja di sektor kesehatan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Didi Kurnia mengatakan, setelah melaksanakan rasionalisasi dan refocusing anggaran kegiatan pemerintah daerah dalam APBD 2020, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bogor menerima dan menyetujui sejumlah anggaran itu untuk mendukung percepatan penanganan wabah virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Pemkab Bogor pun mengucurkan dana anggaran penanganan Covid-19 mencapai Rp 377 miliar, yang di antaranya direalokasi untuk pos bidang kesehatan dan pos non-kesehatan.

Didi merinci, insentif untuk paramedis tersebut yakni Rp 10 juta diberikan bagi dokter spesialis, Rp 7,5 juta bagi dokter umum, Rp 5 juta bagi perawat dan tenaga medis lainnya Rp 3,5 juta.

"Semua intensif itu nanti diserahkan kepada tenaga kesehatan yang ada di lingkungan dinas kesehatan seperti RSUD dan puskesmas di Kabupaten Bogor," ujar Didi di ruang rapat DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020).

Didi menerangkan, Pemkab menjatah kebutuhan penanganan Covid-19 di bidang kesehatan sebesar Rp 196 miliar dan non-kesehatan sebesar Rp 181,2 miliar.

Anggaran Rp 196 miliar itu, salah satunya dialokasikan untuk rumah sakit darurat termasuk intensif tenaga kesehatan tersebut.

Ada pun dari jumlah itu, pemkab sudah menyiapkan anggaran rumah sakit darurat sebesar Rp 17,5 miliar.

Nanti, kata dia, Dinkes akan merinci kebutuhan alat rumah sakit darurat yang ada di Wisma Diklat Kementerian Dalam Negeri, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

"Yang terpenting anggarannya sudah ada dan disepakati bersama oleh DPRD, kan di wisma itu kapasitas tempat tidur hanya 168," ujar dia.

Sementara anggaran non-kesehatan itu dialokasikan untuk penambahan belanja tidak terduga, serta anggaran beberapa SKPD di luar dinas kesehatan dan penambahan bantuan sosial tidak terencana.

Selain itu, Pemkab Bogor juga mengalokasikan anggaran di luar bidang kesehatan seperti, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial (Dinsos), Diskominfo dan Gugus Tugas Covid-19.

Didi menyebut, salah satu di luar bidang kesehatan itu adalah dinas sosial (Dinsos) yang hanya mendapat alokasi sebesar Rp 152 miliar.

"Dinsos untuk proyeksi kebutuhan pemberian sembako kepada 291.487 KK yang belum mendapat sembako dari pemerintah pusat dikalikan Rp 300 ribu per bulan untuk tiga bulan," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Bogor Umumkan Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto meminta kepada semua pihak yang terkait untuk segera menyuplai sejumlah komponen mitigasi pandemi virus corona di Kabupaten Bogor.

"Anggaran dan rinciannya sudah siap dan jelas, seharusnya kerja bisa lebih cepat karena tidak ada masalah lagi. Jadi jangan dianggarkan setengah-setengah karena ini soal kemanusiaan dan sangat krusial," ujar Rudi.

Dengan demikian, belanja kegiatan penanganan wabah virus corona ini juga harus tepat sasaran sehingga bisa mengurangi dampak penularan di wilayah Kabupaten Bogor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X