Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Kompas.com - 04/04/2020, 06:26 WIB
Pemerintah Kabupatan Banyuwangi menggandeng beberapa warung rakyat untuk menyiapkan makanan gratis untuk para pekerja informal yang terdampak corona. dok Humas Pemkab BanyuwangiPemerintah Kabupatan Banyuwangi menggandeng beberapa warung rakyat untuk menyiapkan makanan gratis untuk para pekerja informal yang terdampak corona.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupatan Banyuwangi menggandeng beberapa warung rakyat untuk menyiapkan makanan gratis untuk para pekerja informal yang terdampak corona.

Para pekerja informas seperti ojek, pengemudi becak, PKL ultramikro, pengemudi angkutan kota bisa mendapatkan makan gratis dengan menukarkan kupon makan ke warung rakyat yang telah ditentukan.

Suwarsidi mengaku gembira saat mendapatkan kupon makan gratis. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu mengaku sepi order sejak sebulan terakhir.

Baca juga: Banyuwangi Produksi 3.000 APD, Pemkab Gandeng UMKM dan BLK, Diawasi Langsung Dinas Kesehatan

Dengan mendapatkan makan gratis, ia bisa menghemat pengeluaran harian. Sehingga masih ada uang hasil ojek yang dibawa pulang untuk keluarga.

"Order ojek sangat sepi sudah sebulan ini. Orang takut keluar rumah. Kerja seharian, tidak dapat Rp100.000. Padahal, dulu selalu lebih. Jadi program ini mengurangi pengeluaran harian,” ujar Suwarsidi.

"Sebenarnya, bagi penumpang yang akan naik ojek, jangan khawatir. Karena kami menerapkan standar pencegahan virus corona," katanya.

Baca juga: Kronologi Pasien Positif Covid-19 Pertama di Banyuwangi, Pulang dari Bali, Hasil Tes Sempat Beda

Hal senada juga diungkapkan Rahmat seorang sopir angkutan kota. Ia mengaku sejak siswa harus belajar dari rumah, penghasilannya sebagai sopir angkot turun drastis.

"Selama ini kami terbantu program Pemkab Banyuwangi, yaitu angkutan gratis untuk pelajar. Sekarang program itu tidak jalan, karena sekolah libur. Apalagi, orang juga mengurangi keluar rumah. Itu sangat berpengaruh, setengah hari jalan baru dapat Rp15.000," kata Rahmat.

”Ada program kupon makan ini mengurangi pengeluaran. Saya bisa berhemat, uang makan bisa diberikan ke orang rumah,” imbuh Rahmat.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Bagikan 1.500 kupon makan gratis

Para pekerja informas seperti ojek, pengemudi becak, PKL ultramikro, pengemudi angkutan kota bisa mendapatkan makan gratis dengan menukarkan kupon makan ke warung rakyat.
dok Humas Pemkab Banyuwangi Para pekerja informas seperti ojek, pengemudi becak, PKL ultramikro, pengemudi angkutan kota bisa mendapatkan makan gratis dengan menukarkan kupon makan ke warung rakyat.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan kupon gratis tersebut dibagikan kepada pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian.

Untuk tahap uji coba ada 1.500 kupon yang dibagikan dengan melibatkan enam warung rakyat antara lain Warung Mbok Ijah, Warung Ijo, Warung Nyit-Nyit, dan beberapa warung lainnya.

Menurut Anas, warung rakyat dilibatkan agar memberi dampak perputaran ekonomi bagi pelaku usaha mikro.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Kesehatan Orangtua, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Khawatir Kesehatan Orangtua, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Regional
Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Regional
Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Regional
Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Regional
TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

Regional
Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Regional
Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Regional
Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Regional
KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

Regional
Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Regional
9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

Regional
Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Regional
Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, dan Vetsin

Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, dan Vetsin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X