Bahan untuk Lab Covid-19 di Padang Kosong akibat Tertahan di Bea Cukai

Kompas.com - 03/04/2020, 23:12 WIB
Ilustrasi virus corona atau covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi virus corona atau covid-19

PADANG, KOMPAS.com - Laboratorium untuk menguji virus corona atau Covid-19 di Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, mengalami kekosongan bahan pemeriksa sampel swab.

Hal tersebut terjadi lantaran bahan pemeriksa sampel masih tertahan di Bea Cukai di Jakarta.

Laboratorium yang berada di Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand akhirnya tidak bisa menguji swab pada hari ini, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Bupati Bogor Umumkan Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah

"Hari ini bahan reagen untuk pemeriksaan sampel swab untuk Covid-19 sudah habis. Besok mudah-mudahan datang," kata Kepala Laboratorium Andani Eka Putra saat dihubungi Kompas.com, Jumat malam.

Andani mengatakan, bahan itu tertahan di Bea Cukai Jakarta sejak tiga hari yang lalu.

"Alhamdulillah, besok sudah keluar. Ada sekitar 3.000 reagen untuk menguji 1.000 pasien," kata Andani.

Baca juga: Kisah Polwan di Bandung, Batalkan Resepsi Nikah dan Pesta Adat karena Corona

Andani menjelaskan, bahan tersebut didatangkan dari Amerika Serikat, sehingga harus melalui Bea Cukai.

Namun, sayangnya di Bea Cukai tertahan cukup lama sampai tiga hari.

Andani sangat menyayangkan kondisi itu, karena saat ini bahan reagen tersebut sangat dibutuhkan untuk menguji sampel pasien.

Baca juga: PDP yang Sedang Hamil Keluhkan Fasilitas RS Melalui Live Facebook

Setelah Laboratorium Unand ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai salah satu lab tempat pengujian sampel Covid-19, kebutuhan bahan reagen sangat penting.

"Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi, karena kondisinya sangat darurat. Ada wabah," kata Andani.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X