Setiap Orang Datang Melalui Bandara Supadio Pontianak Jarinya Diberi Tinta

Kompas.com - 03/04/2020, 14:15 WIB
Seorang warga yang baru tiba melalui Bandara Supadio Pontianak, Kalbar, diminta mencelupkan semua jarinya ke tinta biru yang disediakan. Selain itu, warga tersebut otomatis jadi orang dalam pemantauan (ODP). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASeorang warga yang baru tiba melalui Bandara Supadio Pontianak, Kalbar, diminta mencelupkan semua jarinya ke tinta biru yang disediakan. Selain itu, warga tersebut otomatis jadi orang dalam pemantauan (ODP).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah memberlakukan, setiap orang yang datang melalui Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Selain itu, mereka juga diminta mencelupkan semua jarinya ke tinta biru yang disediakan.

"Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona yang kini sudah transmisi lokal," kata Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Manto, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Bupati di Kalbar Pimpin Rapat Gugus Tugas Covid-19 Sambil Berjemur

Pencelupan jari ke tinta juga bertujuan memudahkan identifikasi orang-orang yang datang dari daerah rawan atau zona merah penjangkitan virus corona.

"Kebijakan ini telah mulai diterapkan sejak 1 April 2020 kemarin," ujar Manto.

Manto meyakini, tina di jari tersebut akan mampu bertahan hingga 14 hari, jika dihapus, akan dikenakan sanksi.

Menurut Manto, identifikasi pendatang secara rinci akan dilakukan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pontianak.

Baca juga: Kabupaten dan Kota di Kalbar Dipersilakan Terapkan Isolasi Wilayah

Data KKP itu kemudian akan diinformasikan ke Dinas Kesehatan. Selanjutnya, pengawasan akan dilaksanakan oleh dinas tersebut melalui puskesmas yang ada di setiap kecamatan.

Sementara Dinas Perhubungan hanya memperkuat dengan pemberian tanda tinta di jari supaya warga itu tidak berkeliaran.

"KKP punya instrumen untuk mengidentifikasi lewat kartu HAC. Mulai dari nama, umur, jenis kelamin, gejala penyakit dan nomor telepon dicantumkan," ungkap Manto.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

Regional
Sedang Memancing, 2 Pelajar Kaget Temukan Kerangka Seorang Kakek

Sedang Memancing, 2 Pelajar Kaget Temukan Kerangka Seorang Kakek

Regional
Atas Permintaan Wali Murid, SMP di Brebes Sekolah Tatap Muka, Siswa Diminta Tak Pakai Seragam

Atas Permintaan Wali Murid, SMP di Brebes Sekolah Tatap Muka, Siswa Diminta Tak Pakai Seragam

Regional
1 WN Amerika Tenggelam, 20 Penyelam Profesional Dikerahkan dan 2 Perwira TNI Ikut Pantau

1 WN Amerika Tenggelam, 20 Penyelam Profesional Dikerahkan dan 2 Perwira TNI Ikut Pantau

Regional
Bocah 8 Tahun Dicabuli, Dibunuh, dan Dibuang ke Semak-semak, Ini Motif Tersangka

Bocah 8 Tahun Dicabuli, Dibunuh, dan Dibuang ke Semak-semak, Ini Motif Tersangka

Regional
Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bupati Jombang Menyesalkan

Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bupati Jombang Menyesalkan

Regional
Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tutupi Perbuatan Pelaku, Terbongkar Setelah Melahirkan

Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tutupi Perbuatan Pelaku, Terbongkar Setelah Melahirkan

Regional
Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba Diharapkan Selesai Sebelum HUT RI

Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba Diharapkan Selesai Sebelum HUT RI

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Ditemukan, 3 Orang Masih Dicari

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Ditemukan, 3 Orang Masih Dicari

Regional
Pemuda Ini Cabuli dan Bunuh Bocah 8 Tahun, Mengaku Sering Dimarahi Orangtua Korban

Pemuda Ini Cabuli dan Bunuh Bocah 8 Tahun, Mengaku Sering Dimarahi Orangtua Korban

Regional
19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Regional
Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

Regional
Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Regional
Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

Regional
Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X