Dukung Belajar "Online", Komisi X DPR Minta Pemerintah Perkuat Jaringan Internet

Kompas.com - 03/04/2020, 13:57 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAKetua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.

BANDUNG, KOMPAS.com - Penyebaran wabah corona atau Covid-19 berdampak pada berkurangnya kegiatan belajar mengajar dengan interaksi langsung di dalam kelas di sekolah-sekolah.

Saat ini, wabah memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.

Wabah Covid-19 pun hingga saat ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Untuk itu, Komisi X DPR RI meminta pemerintah memperkuat jaringan internet untuk mendukung proses belajar mengajar secara daring.

“Saat ini berbagai platform pembelajaran jarak jauh seperti Sekolahmu, Quipper School, Ruang Guru, Zenius, Kelas Pintar, dan Rumah Belajar menyediakan layanan gratis. Itikad baik ini harus disambut oleh pemerintah dengan menyediakan sarana dan prasarananya termasuk penguatan jaringan internet,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Masa Belajar di Rumah Siswa Palembang Diperpanjang hingga 25 April

Hari ini Komisi X menggelar rapat dengar pendapat yang dipimpin Syaiful Huda dan diikuti 31 anggota Komisi X bersama Kepala Pusdatin Kemendikbud Gogot Suharwoto.

Selain itu, rapat tersebut juga diikuti oleh beberapa perwakilan dari platform aplikasi pembelajaran online seperti  Najeela Shihab (Sekolahmu), Rohan Monga (CEO Zenius), Iman Usman (Ruang Guru), Fernando Uffie (Kelas Pintar), dan Hanani Faiza (Quipper School).

Dalam rapat tersebut, Huda menjelaskan di tengah penyebaran wabah yang bisa membahayakan peserta didik, pembelajaran daring menjadi alternatif utama.

Menurut dia, kehadiran aplikasi pembelajaran jarak jauh akan sangat membantu peserta didik untuk tetap mendapatkan pendidikan berkualitas meski tidak ke sekolah.

“Platform pembelajaran jarak jauh mempunyai pengalaman panjang dalam menyediakan konten dan metode belajar secara daring. Kehadiran mereka bisa membantu guru dan orang tua siswa untuk menyediakan fasilitas belajar yang menarik dan berkualitas bagi para siswa,” bebernya.

Kendati demikian, Huda menilai, pembelajaran daring secara umum masih belum familiar di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kondisi ini bisa terlihat saat terjadi wabah Covid-19 tidak semua para pihak pendidikan siap dengan sistem belajar daring.

“Memang banyak hal yang membuat kita tidak familiar dengan sistem belajar daring. Masalahnya ada pada jaringan internet yang belum merata, sarana teknologi informasi yang belum memadai, hingga kesan jika belajar daring itu pasti mahal,” katanya.

Huda berharap sistem belajar daring harus mulai sejajar dengan kegiatan belajar luar jaringan (luring).

Baca juga: Banten Perpanjang Masa Belajar di Rumah SMA dan SMK hingga 1 Juni 2020

 

Sehingga, penyediaan jaringan internet dan sarana teknologi informasi harus merata hingga di Kawasan Tertinggal, Terdepan, Terluar, (3T) Indonesia.

“Kami mendorong Kemendikbud untuk mengkaji penyelenggaraan belajar daring dijadikan sebagai pendukung terhadap system Pendidikan di Indonesia, sehingga nantinya anak-anak kita belajar tidak lagi terbatas ruang dan waktu,” katanya.

Politikus PKB juga mendesak pemerintah pada masa peserta didik belajar di rumah karena Covid-19 untuk memanfaatkan TVRI dan RRI demi menguatkan sistem belajar daring.

Menurut Huda, TVRI dan RRI perlu menyediakan program-program pendidikan sesuai dengan kurikulum maupun program pendidikan yang mengedepankan kecakapan hidup.

“Momentum pandemi Covid-19 ini agar digunakan secara optimal untuk melakukan perubahan sistem pendidikan nasional yang proses maupun hasilnya mampu memenuhi tantangan zaman menuju kemajuan bangsa Indonesia,” tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X