UPDATE 2 April Corona di Kepri: 36 Pasien Diisolasi dan ODP Naik Jadi 1.720 Orang

Kompas.com - 03/04/2020, 06:38 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan untuk update pertanggal 2 April 2020 pukul 16.00 WIB jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kembali naik, dari yang sehari sebelumnya 1.599 orang saat ini naik menjadi 1.720 orang. Angka kenaikan juga terjadi pada pasien dalam pengawasan (PDP) yang dari sehari sebelumnya 103 pasien, saat ini naik menjadi 110 pasien. DOK DINKES KEPRIKepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan untuk update pertanggal 2 April 2020 pukul 16.00 WIB jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kembali naik, dari yang sehari sebelumnya 1.599 orang saat ini naik menjadi 1.720 orang. Angka kenaikan juga terjadi pada pasien dalam pengawasan (PDP) yang dari sehari sebelumnya 103 pasien, saat ini naik menjadi 110 pasien.

BATAM, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana mengatakan, per tanggal 2 April 2020 pukul 16.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kembali naik, dari yang sehari sebelumnya 1.599 orang menjadi 1.720 orang.

Angka kenaikan juga terjadi pada pasien dalam pengawasan (PDP) yang dari sehari sebelumnya 103 pasien, menjadi 110 pasien.

“Bahkan dari 110 PDP saat ini, ada 36 pasien yang diisolasi dan 74 pasien selesai dari pengawasan,” kata Tjetjep Yudiana melalui telepon, Kamis (2/4/2020) malam tadi.

Baca juga: 45 Warga yang Kontak dengan Pasien 03 Positif Corona di Kepri Dinyatakan Sehat

Tjetjep juga mengatakan, dari 110 PDP dan 1.720 ODP, ada 157 orang yang dinyatakan negatif dari hasil tes swab tenggorokan.

“Meski jumlah ODP dan PDP terus naik, namun untuk orang yang dinyatakan negatif juga terus bertambah, dari sehari sebelumnya 150 orang saat ini naik menjadi 157 orang atau naik tujuh orang,” jelas Tjetjep.

Tidak itu saja, tambah Tjetjep, saat ini dari tujuh pasien yang positif, dua pasien dinyatakan sembuh dan tiga pasien masih dalam perawatan medis.

“Dua pasien lagi meninggal dunia, yakni pasien 03 dan pasien 05 untuk Kepri,” papar Tjetjep.

Lebih jauh Tjetjep mengatakan, untuk 9 PDP yang meninggal dunia, tujuh di antaranya meninggal karena penyakit penyerta, sebab hasil dari tes swab tenggorokan mereka adalah negatif.

Mereka terdiri dari lima warga Batam dan satu orang dari Karimun serta satu orang lagi dari Tanjungpinang.

“Sementara untuk dua PDP yang juga telah meninggal, sampai saat ini hasil tes swab-nya masih belum diketahui, yakni satu orang dari Batam dan satu orang dari Tannjungpinang,” imbuh Tjetjep.

Hasil rapid test

Selain menggunakan metode tes swab tenggorokan atau tes spesimen, tim Kesehatan Provinsi Kepri juga menggunakan metode kedua, yakni rapid test.

Baca juga: Kabar Baik, Pasien 01 dan 02 Positif Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Hasilnya, dari 348 orang yang diperiksa, 12 orang diyatakan reaktif dan 336 non-reaktif.

“Untuk 12 orang yang dinyatakan reaktif, terdiri dari enam orang tanpa gejala (OTG), satu ODP dan lima PDP. Sementara untuk non reaktif, lanjut Tjetjep, terdiri dari 285 OTG, 19 ODP dan 32 PDP,” pungkas Tjetjep.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X