Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Kompas.com - 02/04/2020, 22:37 WIB
Puluhan aparat gabungan TNI-Polri bersiaga di lokasi setelah diblokade warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang menolak wilayahnya dijadikan lahan pemakaman pasien covid-19. Kamis, (2/4/2020). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Puluhan aparat gabungan TNI-Polri bersiaga di lokasi setelah diblokade warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang menolak wilayahnya dijadikan lahan pemakaman pasien covid-19. Kamis, (2/4/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Meski mendapat penolakan hingga warga melakukan blokade jalan, pemakaman jenazah korban Covid-19 Sulsel tetap berlokasi di lahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Sulsel, Erwin dalam keterangan persnya, Kamis (2/4/2020) malam.

Menurut dia, keputusan itu telah disepakati Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel serta Pemerintah Kabupaten Gowa.

Baca juga: Dibubarkan Aparat, Blokade Warga Gowa Tolak Pemakaman Covid-19 Ricuh

Erwin juga mengakui memang ada aksi penolakan yang dilakukan warga sekitar lokasi pemakaman dengan memblokade jalan saat siang hari.

Namun, aksi tersebut segera dibubarkan aparat gabungan TNI/Polri.

“Memang ada aksi penolakan warga, tapi tidak masalah. Warga sekitar lokasi pemakaman diberikan edukasi. Jadi lokasi pemakaman tetap di Samata dan malam ini ada jenazah pasien positif Covid-19 yang akan dimakamkan di sana oleh petugas dengan mendapat pengawalan aparat gabungan TNI/Polri,” jelasnya.

Kepala Kesehatan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel CKM dr Soni Endro Cahyo Wicaksono menambahkan, terkait pemakaman jenazah yang sering mendapat penolakan, masyarakat perlu mendapat sosialisasi dan edukasi.

Di mana, semua pihak harus berperan serta dalam sosialisasi ini agar semua masyarakat dapat memahami terkait pemakaman jenazah positif Covid-19.

“Jadi bukan hanya pihak pemerintah maupun tim gugus tugas yang memberikan edukasi kepada masyarakat soal jangan ada penolakan pemakaman jenazah covid-19. Kami juga sudah gandeng tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat agar sosialisasi masalah ini,” kata Soni.

Baca juga: Warga Gowa Tolak Wilayahnya Dijadikan Lokasi Pemakaman Pasien Covid-19

Soni menuturkan, jika penolakan warga terhadap jenazah Covid-19 terus terjadi, tentunya hal ini akan terus menjadi masalah.

Lagipula, lahan tersebut merupakan lahan Pemerintah Provinsi Sulsel seluas 1,4 hektar yang dijadikan lokasi pemakaman jenazah Covid-19.

“Kalau tidak dimakamkan, apakah mau dibiarkan ditaruh begitu saja jenazah. Bisa-bisa seluruh warga Sulsel yang akan terjangkit virus Covid-19 jika tidak dimakamkan. Jadi tolonglah, warga harap mengerti dengan kondisi ini dan tidak usah takut terjangkit. Karena sudah terbungkus dengan baik dan tidak akan menjangkiti orang lain,” ujarnya.

Sebelumnya telah diberitakan, aksi blokade jalan yang dilakukan warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terkait penolakan wilayahnya dijadikan lokasi pemakaman pasien Covid-19 berakhir ricuh.

Puluhan aparat gabungan TNI-Polri membubarkan paksa warga, Kamis (2/4/2020).

Setelah sempat memblokade Jalan Macanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan lantaran menolak wilayahnya dijadikan lahan pemakaman pasien Covid-19 selama dua jam.

Lokasi lahan pemakaman kini dikuasai oleh aparat TNI-Polri yang melakukan pembubaran paksa terhadap warga.

Warga dibubarkan pada pukul 16.15 Wita setelah negosiasi berjalan buntu.

Aparat gabungan pun bertindak sedikit represif guna meredam emosi warga yang terus bertahan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

Regional
Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Regional
Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Regional
Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Regional
Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X