Syekh Puji Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Mengaku Dimintai Uang Rp 35 M

Kompas.com - 02/04/2020, 20:36 WIB
Syekh Puji KOMPAS.com/istimewaSyekh Puji

SEMARANG, KOMPAS.com - Pujiono Cahyo Widiyanto atau dikenal dengan Syekh Puji membantah tuduhan dirinya telah menikahi siri anak di bawah umur yang berusia 7 tahun.

Syekh Puji pemilik pondok pesantren Miftahul Jannah Pujiono CW, Bedono, Jambu, Kabupaten Semarang ini mengaku kabar itu sengaja disebarkan oleh oknum yang berusaha memerasnya.

"Tidak benar saya telah menikah dengan anak di bawah umur berusia 7 tahun," jelas Syekh Puji melalui surat penyataan yang diterima, Kamis (2/4/2020).

Dalam surat yang ditandatanganinya itu, Syekh Puji menceritakan awal mula kabar tersebut dituduhkan kepadanya oleh oknum yang mengaku dekat dengan media dan Polda Jawa Tengah.

Baca juga: Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Terancam 20 Tahun Penjara dan Kebiri Kimia

Dia mengaku diancam dengan menyebarkan berita tentang dirinya yang menikah lagi dengan anak di bawah umur berusia 7 tahun.

"Permasalahan ini berawal dari adanya skenario permintaan uang kepada saya sejumlah Rp 35 miliar dengan ancaman akan membuat berita tentang saya menikah lagi dengan anak di bawah urnur berusia 7 tahun yang dipastikan akan viral karena info yang bersumber dari salah satu keluarga besar saya pasti akan dipercaya," katanya.

Selain oknum tersebut, Syekh Puji mengaku skenario permintaan uang itu juga dilakukan oleh beberapa anggota keluarga besarnya. Namun, permintaan itu ditolak oleh Syekh Puji. 

"Skenario permintaan uang tersebut dilakukan oleh beberapa anggota keluarga saya. Kemudian saya diadukan ke Polda Jawa Tengah karena menolak untuk memberikan uang yang diminta," ujarnya.

Mengingat saat ini Polda Jawa Tengah sedang berjuang membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19, Syekh Puji meminta agar tidak ada penggiringan opini publik dalam pemberitaan dan menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada Polda Jateng.

"Maka mari menahan diri untuk tidak menggiring opini publik dan sepenuhnya menyerahkan proses penyelidikan kepada Polda Jateng untuk secara profesional melakukan tugasnya tanpa adanya tekanan dan intervensi," jelasnya.

Baca juga: Nikahi Bocah 7 Tahun, Syekh Puji Kembali Berurusan dengan Polisi

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak Wikwik Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak Wikwik Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

Regional
9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Regional
Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Regional
Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X