Wanita Pemeran Video Seks Bersama Tiga Pria Divonis 3 Tahun Penjara

Kompas.com - 02/04/2020, 19:42 WIB
Ilustrasi video asusila. KOMPAS.com/M WISMABRATAIlustrasi video asusila.

GARUT, KOMPAS.com – Terdakwa berinisial V yang menjadi pemeran wanita dalam video seks bersama tiga pria di Garut, Jawa Barat, divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh majelis hakim.

Putusan itu disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri Garut yang digelar secara online, Kamis (2/4/2020).

Asri Vidya Dewi yang menjadi pengacara V mengatakan, atas putusan tersebut, dia memastikan bahwa pihaknya akan mengambil upaya hukum banding.

Baca juga: Jumlah Pasien Positif Corona di Sumbar Bertambah Jadi 13 Orang

“Kami menyatakan banding. Ada banyak pertimbangan yang dalam fakta persidangan tidak jadi pertimbangan majelis hakim,” kata Asri yang ditemui usai mengikuti persidangan di Kantor Kejaksaan Negeri Garut.

Menurut Asri, terdapat fakta bahwa V sebelumnya pernah melaporkan apa yang dialaminya ke Polres Garut.

Kemudian, kasus tersebut terjadi saat V masih berusia di bawah umur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asri mengatakan, upaya hukum lanjutan penting diambil, karena bisa menjadi acuan ke depannya bagi kaum perempuan saat berhadapan dengan hukum dalam kasus serupa.

“Ini bukan head to head antara kami PH dengan JPU, tapi ada kepentingan hukum untuk hal lainnya ke depan, sekarang kan banyak ya perempuan dijual dan lainnya,” kata Asri.

Baca juga: Pria Pelaku Video Seks Tiga Pria Satu Wanita Minta Maaf ke Warga Garut

Tanggapan jaksa

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariadi menyampaikan, terdakwa V sebelumnya dituntut hukuman 5 tahun penjara.

Namun, majelis hakim memutus terdakwa dengan hukuman lebih rendah, yakni 3 tahun penjara.

“Pada prinsipnya kami sebagai JPU menghormati putusan yang diputuskan oleh majelis hakim,” kata Sugeng.

Sugeng menyampaikan, dalam sidang putusan, tim jaksa menggunakan hak untuk berpikir selama 7 hari sebelum menyatakan banding atau tidak.

“Karena ada beberapa yang menurut kami pertimbangan terhadap barang bukti juga ada yang kurang, makanya kami menyatakan pikir-pikir,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X