Siswi SMK Diperkosa 7 Kakak Kelas, Korban: Sudah Teriak Minta Tolong, tapi...

Kompas.com - 02/04/2020, 16:11 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual  Ilustrasi pelecehan seksual
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib naas dialami seorang siswi SMK berinisial D (16) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sebab, ia menjadi korban pemerkosaan oleh tujuh kakak kelasnya.
Kasus tersebut terungkap setelah orangtua korban curiga dengan perilaku yang ditunjukan putrinya tersebut.

Setelah mengetahui kejadian yang menimpa anaknya, akhirnya kasus itu dilaporkan ke polisi.

Saat dilakukan pemeriksaan di Polresta Deli Serdang, D mengaku pemerkosaan yang dilakukan kakak kelasnya itu pertama kali terjadi pada Desember 2019.

Baca juga: Siswi SMK Dicabuli 7 Teman Sekolahnya, Otak Pelakunya Teman Dekat Korban dan Masih DPO

Ketika itu, ia disuruh oleh seorang satpam untuk mengambilkan gelas di ruang praktik di sekolah.

Namun saat hendak mengambil gelas itu, diketahui sudah ada empat orang pelaku yang berada di lokasi.

Saat itu, ia langsung ditarik dan dipaksa kakak kelasnya itu untuk melayani nafsu bejatnya.

Meski sudah berusaha untuk berontak dan berteriak minta tolong, namun ia mengaku tidak ada yang membantu.

"Sudah teriak minta tolong cuma enggak ada yang dengar. Yang lain (siswa) sudah pulang, memang lagi sepi,” kata D seperti dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (31/3/2020).

Tragisnya, usai melakukan perbuatan bejatnya itu, keempat pelaku masih kembali melakukan pemerkosaan serupa terhadapnya pada Januari 2020. Bahkan saat itu mereka mengajak tiga teman lainnya.

Setelah kejadian itu ia mengaku tertekan dan pasrah. Sebab, pelaku mengancamnya untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada orang lain. Jika hal itu dilakukan, para pelaku mengancam akan menyebarkan videonya yang telah direkam.

Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan ABG di Kalbar, Setelah Tewas Korban Disetubuhi

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Deli Serdang Kompol M Firdaus mengatakan, para pelaku tersebut sudah berhasil diamankan.

Mereka yang diamankan berinisial YAS, DG, HS, MAT, SAH, RDP, RI yang mana satu di antaranya masih berstatus saksi dan lainnya sebagai tersangka.

Saat ini pihaknya masih mengejar satu orang tersangka lagi berinisial JA, yang dianggap sebagai otak kasus pemerkosaan.

"Para tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap korban," katanya ketika dihubungi via aplikasi percakapan WhatsApp, Rabu (2/4/2020).

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan UU RI no 23 thn 2002 tentang perlindungan anak.

Penulis : Kontributor Medan, Dewantoro | Editor : Aprillia Ika



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X