Ikuti Aturan Pencegahan Covid-19, Lapas Ambon Bebaskan 102 Napi, 25 Orang Kasus Narkoba

Kompas.com - 02/04/2020, 15:57 WIB
Sebanyak 77 narapidana dari total 102 napi Lapas II A Ambon dibebaskan dari lapas tersebut, Kamis (2/4/2020). Kepala LAPAS AMBONSebanyak 77 narapidana dari total 102 napi Lapas II A Ambon dibebaskan dari lapas tersebut, Kamis (2/4/2020).

AMBON, KOMPAS.com - Secara bertahap, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, Maluku, membebaskan 102 narapidana.

Pembebasan 102 narapidana ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon Saiful Sahri mengatakan, untuk tahap pertama jumlah napi yang dibebaskan hari ini sebanyak 77 napi.

Sedangkan 25 napi lainnya akan dibebaskan dalam waktu dekat.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 Lapas Ambon telah melaksanakan sidang TPP dan telah menginventarisir bahwa sampai tanggal 31 Desemeber 2020 batas akhir masa integrasi atau pentahapan 2/3 bagi narapidana. Maka Lapas Ambon melepaskan sebanyak 102 orang dan untuk hari ini Lapas Ambon mengeluarkan 77 orang,” ujar Saiful saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Satu-satunya Pasien Positif Covid-19 di Ambon Sembuh, Maluku Bebas dari Corona

Dia menjelaskan, pembebasan 102 narapidana itu telah sesuai dengan pentahapan dan proses pemayarakatan para narapidana.

Selain itu pembebasan para napi di Lapas Ambon tersebut telah melalui berbagai pertimbangan baik.

“Ini perintah Menteri Hukum dan HAM demi mencegah penyebaran Covid-19. Jadi yang dibebaskan hari ini mereka yang telah menjalani masa hukuman lebih dari setengah turun ke bawah sampai 2020 kita keluarkan. Tentu para napi yang dibebaskan harus berkelakuan baik,” katanya.

Adapun 77 narapidana yang dibebaskan hari ini didominasi oleh napi narkoba berjumlah 25 orang, perlindungan anak 30 orang, kesusilaan 7 orang, lakalantas 1 orang, penganiayaan 1 orang, penggelapan 1 orang, pencurian 6 orang, dan kasus lainnya 3 orang.

Soal banyaknya napi narkoba yang ikut dibebaskan, Saiful mengaku para napi itu umumnya menjalani masa hukuman dibawah 5 tahun dan telah menjalani setengah masa hukuman.

"Kalau napi narkoba yang keluar itu mereka tidak termasuk dalam PP 99 tahun 2012, jadi kalau sesuai PP 99 ini narkoba yang 5 tahun keatas ditambah tindak pidana korupsi, illegal loging dan kejahatan khusus lainnya itu menjadi  kewenangan Bapak Presiden. Jadi bapak menteri akan melaporkan ke presiden, soal PP itu akan direvisi itu kewenangan presiden,” ungkapnya.

Baca juga: Pertengkaran Suami Istri Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Hebat di Ambon

Pembebasan 77 napi yang berlangsung di Lapas Ambon ini dipimpin oleh Kepala Kanwil Hukum dan HAM Maluku dan dihadiri Kajati Maluku, Kajari Ambon, Kapolresta Pulau Ambon, dan Bapas Ambon.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Regional
Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X