Kompas.com - 02/04/2020, 13:22 WIB
Para pedagang di pasar hewan di Jember yang masih tetap melakukan aktivitas jual di tengah wabah corona. Namun mereka dibubarkan oleh Muspika Sumberbaru KOMPAS.com/Dokumentasi Polsek SumberbaruPara pedagang di pasar hewan di Jember yang masih tetap melakukan aktivitas jual di tengah wabah corona. Namun mereka dibubarkan oleh Muspika Sumberbaru

JEMBER, KOMPAS.com - Para pedagang di pasar hewan Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, tetap menggelar dagangan pada Kamis (2/4/2020).

Padahal, musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Sumberbaru dan Polres Jember telah sepakat menutup aktivitas jual beli di pasar hewan tersebut.

Penutupan dimulai sejak Kamis (2/4/2020) sampai waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

Sosialisasi tentang penutupan pun telah diberikan sejak lama, tapi pedagang masih tetap mencoba berjualan.

Para pedagang di pasar hewan itu menggelar dagangan seperti daging sapi dan kambing.

Akhirnya, polisi bersama Satpol PP dan Koramil Sumberbaru mendatangi pasar itu dan membubarkan aktivitas jual beli.

"Mereka mencoba ketegasan (kami), tetap dibubarkan apa tidak dia," kata Kapolsek Sumberbaru AKP Subagio saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Subagio mengatakan, informasi penutupan pasar juga diberikan lewat empat spanduk yang dipasang di dalam dan luar pasar.

Penutupan pasar, kata dia, sesuai dengan imbauan pemerintah dan maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengurangi kegiatan yang menimbulkan kerumunan demi mencegah penyebaran virus corona.

 

Menurut Subagio, tak seluruh bagian pasar yang ditutup, tapi hanya pasar hewan.

"Pasar tradisional memang dibatasi, tapi kalau pasar hewan ditutup," kata dia.

Subagio mengatakan, polisi akan menindak tegas para pedagang yang masih menggelar dagangan dan melakukan aktivitas jual beli di pasar.

Baca juga: Pedagang Tetap Jualan meski Pasar Ditutup, Polisi: Mereka Menguji Ketegasan Kami

Para pedagang diminta mematuhi imbauan pemerintah dan maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

“Kalau masih tetap ada, tindakan sesuai undang-undang kesehatan dan karantina. Bisa kami jerat hukuman maksimal satu tahun,” pungkas dia.

(Penulis: Kontributor Jember, Bagus Supriadi)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X