Duduk Perkara Anggota DPRD Medan Cekcok dan Tantang Telan Corona Saat Dicegah Jenguk Jenazah PDP

Kompas.com - 02/04/2020, 05:45 WIB
PDP Covid-19 berinisal SA meninggal dunia di RS Madani Medan, Senin (30/3/2020). SA adalah politisi PAN. Anggota DPRD Medan Edi Saputra turut menyambangi rumah duka Jalan Air Bersih, lalu cekcok dengan polisi karena menilai prosedur polisi salah. Dok. Instagram Tribun Medan @tribunmedandailyPDP Covid-19 berinisal SA meninggal dunia di RS Madani Medan, Senin (30/3/2020). SA adalah politisi PAN. Anggota DPRD Medan Edi Saputra turut menyambangi rumah duka Jalan Air Bersih, lalu cekcok dengan polisi karena menilai prosedur polisi salah.

KOMPAS.com- Sebuah video viral memperlihatkan seorang anggota DPRD Medan Edi Saputra terlibat cekcok dan memarahi seorang petugas kepolisian.

Diketahui, kejadian itu berlangsung saat Edi ingin menjenguk jenazah temannya yang merupakan PDP berinisial SA di rumah duka, Jalan Air Bersih Medan, Senin (30/3/2020),

Saat hendak masuk rumah duka, ada seorang polisi yang mencegahnya hingga Edi marah.

Padahal jenazah tersebut sebelumnya sudah diperiksa dokter. Sesuai prosedur, jenazah seharusnya tidak boleh dijenguk.

Baca juga: Ironis, Pemakaman Korban Corona Ditolak dan Ambulans Diusir di Sejumlah Daerah, Mana Saja?

Tak boleh dijenguk karena PDP

Ilustrasi penyebaran virus coronaShutterstock Ilustrasi penyebaran virus corona
Bukan tanpa alasan, polisi tersebut tidak memperbolehkan jenazah dijenguk karena berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP).

Almarhum sempat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Madani Medan dan meninggal pada hari Senin (30/3/2020) pukul 06.00 WIB.

"Yang pasti pada saat masuk ke dalam UGD, berdasarkan pemeriksaan dokter yang ada di situ, dia ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP)," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah, Senin (30/3/2020).

Sesuai diagnosis dokter yang memberikan status PDP, proses pemulasaraan jenazah dilakukan seperti prosedur pasien positif Covid-19, yakni dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Apalagi berdasarkan gejala itu mengarah ke sana, kan ada standar penanganan jenazah yang diduga Covid-19, itu standar Kemenkes. Kalau gejala sakitnya, mungkin dokter yang merawat yang lebih paham," katanya.

Baca juga: Sederet Kisah Perjuangan Mereka yang Berhasil Sembuh dari Covid-19..

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X