Kompas.com - 02/04/2020, 05:40 WIB
Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution meninjau RSUD dan menyatakan siap menangani pasien Covid-19, Minggu (22/3/2020). Namun, Selasa (31/3/2020), pihak RS menolak merawat PDP rujukan dan malah merujuk pasien kembali ke RS GL Tobing di Deli Serdang. handoutWali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution meninjau RSUD dan menyatakan siap menangani pasien Covid-19, Minggu (22/3/2020). Namun, Selasa (31/3/2020), pihak RS menolak merawat PDP rujukan dan malah merujuk pasien kembali ke RS GL Tobing di Deli Serdang.

PADANG SIDEMPUAN, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Sidempuan menolak merawat warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang datang dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (31/3/2020) malam.

Alasannya, ruang isolasi masih dalam tahap pengerjaan.

Pihak rumah sakit yang tercatat sebagai salah satu RS rujukan penanganan Covid-19 ini malah merujuk kembali pasien ke RS GL Tobing di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Baca juga: Belum Ada Bantuan Pusat, Pemkot Padang Sidempuan Siapkan 70 Set APD

Satu mobil ambulans milik Pemkab Madina tiba di RSUD Kota Padang Sidempuan, Selasa (31/3/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.

Di dalamnya terdapat satu sopir, satu petugas medis dan satu pasien pria yang berstatus PDP dan datang ke RSUD Padang Sidempuan atas rujukan dari RS di Madina.

Setelah tiga jam tertahan, pasien malah kembali dirujuk ke RS GL Tobing di Deli Serdang.

"Tidak etis seperti ini, harusnya pihak RSUD Kota Padang Sidempuan sudah siap. Apalagi rumah sakit ini dijadikan pemerintah pusat sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19," ungkap M Nasution, sopir ambulans yang membawa pasien tersebut.

Dia juga mengeluhkan tindakan pihak RSUD Padang Sidempuan yang terkesan lamban dan bertele-tele.

Apalagi, status pasien yang dibawanya sudah ditetapkan sebagai PDP dan harus mendapat penanganan yang baik.

"Tidak benar ini petugas rumah sakitnya. Sampai berapa jam menunggu, rupanya pasien dirujuk lagi ke Medan. Buat apa rumah sakit ini dijadikan rujukan," keluh sopir.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kota Padang Sidempuan Tetty Rumondang mengatakan, alasan pihaknya menolak merawat pasien tersebut karena fasilitas ruang isolasi masih dalam tahap pengerjaan.

Tetty menyebut, sesuai standarisasi, ruangan isolasi harus berada pada ruangan tertutup dan itu masih dalam tahap pengerjaan.

"Ruangan isolasi kita masih dalam tahap pengerjaan. Dan tidak mungkin kita rawat pasien dengan ruangan yang tidak sesuai standarnya," ujar Tetty.

Baca juga: Jadi Rumah Sakit Rujukan Penanganan Corona, RSUD Padang Sidempuan Siapkan 4 Ruang Isolasi

Itu yang menjadi alasan pihaknya merujuk kembali pasien yang datang dengan status PDP untuk mendapat penanganan di RS GL Tobing di Deli Serdang.

"Kalau masalah sopir dan petugas medis yang mendampingi sudah kita siapkan dari kita, dan mereka yang mendampingi pasien untuk dirujuk ke RS GL Tobing," kata Tetty.

Mengetahui adanya pasien ditolak rumah sakit, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Padang Sidempuan Khoiruddin Nasution menyesalkan tidak siapnya pihak RSUD untuk penanganan Covid-19.

Padahal sebelumnya, Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution mengatakan, RSUD Padang Sidempuan sudah siap untuk menangani pasien Covid-19.

"Seharusnya dari awal disampaikan saja kondisi ril kesiapan RSUD seperti apa, agar pasien dan petugas medis yang telah datang tidak sampai terkatung-katung. Ini sampai menunggu beberapa jam, baru dinyatakan ruangan masih direnovasi. Ini masalah yang urgent bukan main-main," ucap Khoir.

Khoir mengatakan, peristiwa itu bukan kali pertama terjadi.

Sejak RSUD Padang Sidempuan ditetapkan sebagai RS rujukan, sudah ada beberapa warga yang berstatus PDP malah dirujuk kembali ke RS di Medan.

"Dari beberapa kejadian tersebut, jelas menunjukkan ketidaksiapan RSUD Pemkot Padang Sidempuan sebagai RS rujukan pemerintah pusat," ucap Khoir.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution mengatakan, sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, RSUD Kota Padang Sidempuan siap menangani pasien.

Baca juga: Identitas Telanjur Viral, Pasien Negatif Corona di Padang Sidempuan Dikucilkan Warga

Hal itu disampaikannya saat menyambut kedatangan 70 set alat pelindung diri (APD) sebagai salah satu fasilitas RSUD Pemkot Padang Sidempuan menangani Covid-19.

"Jika ditemukan ada warga yang terjangkit, kami tegaskan RSUD Padang Sidempuan sudah siap untuk menanganinya," kata Wali Kota saat meninjau RSUD Padang Sidempuan, Minggu (22/3/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X