Bupati Bogor: Ada ASN yang Gajinya Rp 2 Juta, Bagaimana Mau Dipotong?

Kompas.com - 01/04/2020, 20:49 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai melakukan rapat koordinasi penanganan virus Covid-19 di Rumah Dinas Wali Kota Bogor di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Dokumentasi HumasBupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai melakukan rapat koordinasi penanganan virus Covid-19 di Rumah Dinas Wali Kota Bogor di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, gaji aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, tidak akan dipotong untuk menanggulangi wabah virus corona.

Hal itu ia katakan setelah adanya pernyataan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait pemotongan gaji atau tunjangan terhadap ASN.

Menurut Ridwan Kamil, pemotongan gaji itu untuk membantu penanggulangan wabah virus corona di Jawa Barat.

Baca juga: Hasil Rapid Test, 300 Siswa Sekolah Polisi di Sukabumi Terpapar Corona

Ade beralasan bahwa tidak semua ASN memiliki gaji atau tunjangan yang cukup untuk disumbangkan.

"Kan ASN ada yang gajinya Rp 2 juta, bagaimana mau disumbangkan?" ucap Ade di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ade mengatakan, dia tak ingin membebani para ASN dengan menyumbangkan gaji untuk mengatasi virus yang menjadi pandemi global tersebut.

"Tapi kalau saya, enggak mau juga ASN yang sudah sedikit gajinya, terus dipangkas di situ," ujar Ade.

Baca juga: Jenazah PDP yang Dibuka dan Dimandikan Ternyata Negatif Corona

Gunakan APBD

Meski begitu, dia mengaku bahwa masih ada pejabat setingkat eselon yang berpotensi untuk menyumbangkan sebagian gaji dan tunjangannya untuk corona.

Menurut dia, terdapat pula dana iuran dari KORPRI yang bisa dimanfaatkan untuk menjembatani sumbangan tersebut.

"Paling nanti kita imbau yang eselon II saja lah. Tapi sifatnya sumbangan gitu dan sudah ada juga iuran di KORPRI. Mungkin kalau mendesak nanti kita pakai di situ," kata Ade.

Menurut Ade, selama daerah masih bisa menjalankan roda pemerintahan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka sumbangan tidak diperlukan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanuddin membenarkan bahwa belum ada keputusan terkait pemotongan gaji terhadap ASN.

Ia menyebut, para ASN hanya bersedia memotong gaji, jika itu sesuai petunjuk bupati.

Mereka pun telah melakukan pembahasan sampai saat ini untuk menentukan pemotongan gaji atau imbauan iuran.

"Kemungkinan kita sifatnya imbauan saja, bukan pemotongan, seperti kemarin bencana alam lewat KORPRI, urunan. Kan ini sifatnya kemanusiaan juga, jadi bisa sunah muakad jadinya (bisa wajib)," ucap Burhanuddin.

Baca juga: Gaji Ridwan Kamil dan ASN Pemprov Jabar Akan Dipotong 4 Bulan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X