Cara Warga Sleman Bantu Keluarga yang Isolasi Mandiri, Jaga dan Penuhi Kebutuhannya

Kompas.com - 01/04/2020, 18:55 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman mempunyai cara untuk membantu warga yang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Caranya dengan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang sedang menjalani isolasi.

"Di dalam peta waktu itu memang ada salah satu warga kami yang positif Covid-19," ujar Camat Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Kisah Satu Dusun Lockdown di Purbalingga, Kades: Ngasih Sembako Seperti Kasih Makan Macan

Siti Rahayu menyampaikan, ketika ada salah satu yang positif, maka secara otomatis keluarga pasien ini harus menjalani isolasi selama 14 hari.

Sebab, keluarga ada kontak dengan pasien tersebut.

Keluarga tersebut sudah menjalani isolasi mandiri sejak 26 Maret 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini sudah kami rapatkan dengan satgas di kecamatan, kemudian kami perintahkan kepada dukuh untuk membentuk satgas di tingkat padukuhan," ucapnya.

Satgas di tingkat padukuhan ini, bertugas untuk mengawasi selama masa isolasi. Selain itu juga untuk memfasilitasi kebutuhan sehari-hari.

Sebab warga yang menjalani isolasi tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena tidak diperbolehkan keluar rumah.

Dijelaskannya, pemberian bantuan untuk keluarga yang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ini merupakan inisiatif dari warga.

Warga secara mandiri berbondong-bondong memberikan bantuan karena merasa berempati dengan keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Dari pihak kecamatan dan desa pun, lanjutnya, juga turut memberikan bantuan.

"Inisiatif dan swadaya warga mereka membelanjakan kebutuhan sehari-hari dari keluarga yang dikarantina tersebut. Jadi warga ini secara spontan," tuturnya.

Baca juga: Jenazah Pasien PDP Covid-19 yang Ditolak Warga di Makassar Ternyata Negatif Corona

Caranya, keluarga yang menjalani isolasi ketika membutuhkan sesuatu akan menyampaikan via WhatsApp (WA). Nanti, warga yang lain akan membelikan kebutuhan itu.

Namun warga yang membelanjakan tetap tidak diperbolehkan untuk bertatap muka langsung saat menyerahkan kebutuhan itu.

"Warga juga tidak diperbolehkan untuk tatap muka langsung, jadi setelah dibelanjakan ditaruh di depan rumah. Warga yang membelanjakan pulang, lalu baru diambil," jelasnya.

Menurutnya, kondisi warga yang menjalani isolasi selama 14 hari dalam keadaan baik dan sehat.

"Kondisi semua sehat dan kemarin yang dinyatakan positif dari informasi kondisinya juga baik sudah bisa makan sendiri, hanya tinggal menunggu hasil lab, nantinya kalau hasilnya negatif beliau sudah diperbolehkan pulang," ujarnya.

Setelah sembuh dan diperbolehkan pulang, masih tetap akan ada mekanisme lagi.

Di mana, yang bersangkutan tersebut masih belum diperbolehkan untuk keluar rumah sementara waktu.

"Yang bersangkutan setelah pulang tidak boleh kemudian keluar, nanti selalu dipantau dari puskesmas terutama," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X