Tiga Pelaku Pembacokan di Eks Lokalisasi Samarinda Dibekuk Polisi di Kalsel dan Kalteng

Kompas.com - 01/04/2020, 18:31 WIB
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa saat memberi keterangan pers di Mapolresta Samarinda, Senin (30/3/2020). IstimewaKasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa saat memberi keterangan pers di Mapolresta Samarinda, Senin (30/3/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Polresta Samarinda akhirnya menangkap tiga terduga pelaku pembacokan di eks lokalisasi Loa Hui, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (10/3/2020) lalu.

Tiga pelaku tersebut berinisial MU (30), AS (33), MS (40).

AS dan MS ditangkap saat bersembunyi di Desa Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Jumat, (20/3/2020).

Empat hari kemudian, polisi membekuk MU di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (24/3/ 2020).

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan di Eks Lokalisasi Loa Hui Samarinda

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa menuturkan, usai membacok korban, tiga pelaku itu awalnya kabur ke Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggunakan mobil Avanza hitam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, saat dikejar petugas, ketiganya melarikan diri hingga bersembunyi di Kalsel dan Kalteng.

“Tim melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan mereka (pelaku),” ungkap Damus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Buntut Pembacokan, Puluhan Orang Bersenjata Tajam Serang Eks Lokalisasi

Diketahui, ketiga pelaku ini sebelumnya terlibat cekcok dengan dua pria bernama Kamaruddin (34) dan Kaharuddin Liwang (41) saat pesta miras di eks lokalisasi Loa Hui Samarinda, Selasa, dini hari.

Kejadian itu membuat Kamaruddin tewas dibacok. Sedang rekannya, Kaharuddin mengalami luka robek di punggung kiri dan lengan kanan akibat tebasan parang.

Motif cekcok diduga mabuk 

Polisi mengamankan barang bukti satu bilah parang, satu badik dan satu unit mobil Avansa hitam.

Damus mengatakan, para pelaku dikenakan Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X