Tangani Corona, DPRD Solo Fraksi PKS Sumbang 2 Bulan Gaji

Kompas.com - 01/04/2020, 10:26 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

SOLO, KOMPAS.com - Anggota DPRD Fraksi PKS Kota Solo mengalokasikan dua bulan gaji untuk penanganan corona ( Covid-19) di Solo, Jawa Tengah.

"Kami mengalokasikan gaji anggota FPKS DPRD Kota Surakarta selama dua bulan (April dan Mei) untuk penanganan dampak Covid-19 kepada masyarakat Solo," kata Ketua FPKS DPRD Kota Surakarta Asih Sunjoto Putro di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Pekan Depan, Tempat Karantina Pemudik dan ODP di Solo Bisa Digunakan

Gaji anggota DPRD FPKS Kota Solo selama dua bulan tersebut akan disalurkan melalui Satgas Pencegahan Covid-19 yang dibentuk DPD PKS Solo.

Pihaknya akan melakukan pengawasan untuk memastikan bantuan sembako kepada Kepala Keluarga (KK) terdampak Covid-19 tepat sasaran.

"Setelah program bantuan Pemkot Surakarta berjalan, kami akan membentuk posko pengaduan secara online kepada masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Jumlah ODP dan PDP di Solo Bertambah, Pemkot Siapkan 3 Lokasi Karantina Mandiri

Asih menjelaskan, posko tersebut merupakan wadah bagi masyarakat miskin yang terdampak tapi tak mendapatkan bantuan.

"Jadi, masyarakat bisa mengadu di posko online ini. Nanti akan kami sampaikan ke Pemkot Surakarta," terang Asih.

Guna memutus rantai penyebaran Covid-19, pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga diri dengan hidup bersih dan sehat.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat Solo tetap menerapkan social distancing atau phisycal distancing.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X