7 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terendam Banjir, 3.399 Jiwa Mengungsi

Kompas.com - 01/04/2020, 08:56 WIB
Personel Polsek Cimanggung atur lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut, sekitar Kahatex, Senin (30/3/2020) petang. Dok. Polsek Cimanggung/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHPersonel Polsek Cimanggung atur lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut, sekitar Kahatex, Senin (30/3/2020) petang. Dok. Polsek Cimanggung/KOMPAS.com

BANDUNG, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak sore kemarin menyebabkan tujuh kecamatan di daerah itu kembali terendam banjir.

Ribuan jiwa kembali mengungsi ke tempat yang telah disediakan pemerintah setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logisitik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin mengatakan, berdasarkan data tanggal 31 Maret 2020, sejak pukul 15.30 WIB sampai dengan pukul 23.30 WIB, tujuh kecamatan ini masih terendam dengan ketinggian bervariasi.

Adapun tujuh kecamatan ini terdiri dari Kecamatan Dayeuhkolot dengan ketinggian air mencapai 10-280 sentimeter, Kecamatan Baleendah dengan ketinggian air mencapai 20-290 sentimeter.

Baca juga: Desa di Sumedang Masih Direndam Banjir 1 Meter, Pengungsi Tak Dibiarkan Berkelompok

Kecamatan Cangkuang dengan ketinggian air mencapai 30-120 sentimeter, Kecamatan Ciparay ketinggian air 30-80 sentimeter, Kecamatan Rancaekek dengan ketinggian air 120 sentimeter, Kecamatan Bojongsoang ketinggian air mencapai 40-190 sentimeter, dan Kecamatan Solokanjeruk dengan ketinggian air mencapai 10-150 sentimeter.

"Total terdampak banjir ada 11.932 rumah yang terendam, 50 tempat ibadah, 29 sekolah. 1.173 KK atau 3,399 jiwa mengungsi," kata Enjang dalam pesan singkatnya, Rabu (1/4/2020).

Tanggul jebol terjadi di sungai Cisunggalah kecamatan Solokanjeruk, pada Selasa (31/3/2020) sekitar pukul 20.00 WIB malam.

Tak hanya itu, banjir juga merendam beberapa ruas jalan sehingga lumpuh tak bisa dilewati. Beberapa ruas jalan ini yakni Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot, Jalan Raya Ciparay-Dayeuhkolot, Jalan Andir-Ketapang, Jalan Raya depan Metro, Jalan Raya Bojongsoang, Jalan Raya Cikarees depan Pom Bensin, Jalan Raya Dayeukolot depan Mesjid Ash-Shopia, Jalan Raya Kahatex, dan beberapa jalan di Kecamatan Margahayu, Majalaya, Katapang, Rancaekek, Dan Cileunyi yang belum semuanya terdata.

Baca juga: Banjir 1,5 Meter Rendam Satu Desa di Sumedang, Warga Mengungsi

Rata-rata ketinggian air yang merendam ruas jalan ini bervariatif mulai dari 10-280 sentimeter. Paling tinggi, air terdapat di Jalan Andir-Katapang yang mencapai 280 sentimeter.

Saat ini, baik pengungsi maupun warga terdampak membutuhkan sejumlah kebutuhan logistik berupa tenda pengungsi, handsanitizer, masker, disinfektan, alat penyemprot disinfektan,  paket sembako, sandang, dan susu bayi serta balita.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Regional
Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Regional
Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X