Gubernur NTT: Karantina Daerah Kewenangan Pemerintah Pusat

Kompas.com - 01/04/2020, 08:11 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat berbicara dalam kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi NTT Tahun 2019 di Hotel Aston, Kamis (25/4/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat berbicara dalam kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi NTT Tahun 2019 di Hotel Aston, Kamis (25/4/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Di tengah wabah Covid-19, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan, belum ada karantina wilayah NTT.

Viktor menyebut, hal itu tidak bisa dilakukan oleh Pemprov NTT karena merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Termasuk juga, kata Viktor, untuk menutup bandara maupun pelabuhan laut.

"Tidak ada kewenangan pemerintah daerah untuk menutup bandara. Untuk karantina daerah belum bisa juga, karena itu kewenangan pemerintah pusat,” ujar Viktor kepada sejumlah wartawan, di pelataran Gedung Sasando Kantor Gubernur, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Pemprov NTT Siapkan Rp 275 Miliar untuk Masyarakat yang Terdampak Corona

“Bandara tidak boleh tutup, karena itu kewenangan pemerintah pusat dan kita perlu obat-obatan, perlu alat pelindung dir dan itu tidak boleh. Karena itu, fasilitas yang kami butuhkan untuk kami menangani segala hal. Kecuali kamu punya pesawat sendiri,” sambung Viktor.

Pemerintah daerah, kata Viktor, hanya ikut keputusan pemerintah pusat.

Viktor menyebut, apa yang diinstruksikan Presiden Jokowi, yaitu pencegahan dengan physical distancing dan social distancing, harus dijalankan oleh semua warga negara termasuk pemerintah daerah.

Viktor pun mengaku, akan menyiapkan seluruh fasilitas secara maksimal, apabila terjadi lockdown, sehingga masyarakat bisa dilayani dengan baik.

"Tentu kami akan siapkan uangnya, ruang isolasinya dan seluruh rumah sakit kami siapkan dengan baik,” ujar dia.

Baca juga: Cegah Penularan Corona, 11 Ruas Jalan Utama di Kota Madiun Ditutup

Hingga Selasa malam, Provinsi NTT belum memiliki kasus positif Covid-19.

Tapi, sebanyak 628 warga masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) tercatat di NTT.

Sedangkan 6 orang masuk kategori pasien dalam pegawasan (PDP), dengan rincian 3 orang sembuh, 1 orang meninggal dan 2 orang masih menjalani perawatan medis.

Total pasien ODP dan PDP yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di NTT sebanyak 8 orang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X